Berbenah Sebelum Terlambat

Sahabat saya yang sumur idenya tak pernah kering lagi-lagi memancing tangan ini untuk berbagi insight di sini. Summoning, bro Saiful Islam. 😁

Beliau bagi tautan video tentang Jack Ma di group ide bisnis dan inovator-nya mas Indrawan Nugroho, yang kemudian saya coba buatkan sketch–nya di bawah. Kita sadar saat ini ada jargon yang senantiasa kita amini: “INOVASI ATAU MATI”.

Ada yang perlu terus kita ingat, sahabat.

Dari tulisan ringan Hilman Fajrian di Selasar.com, kita makin paham kenapa banyak perusahaan besar gagal untuk melakukan inovasi.

Karena makin kaya perusahaan Anda, makin pula Anda takut mengambil risiko.

Kita takut gagal dan jadi miskin atau minimal takut target jauh meleset tak tercapai.

Di perusahaan besar dimana para pemegang saham dan eksekutif sudah kaya raya. Perusahaan berjalan secara auto pilot, dan sehari-hari hanya merepetisi yang itu-itu saja. Ada semacam keyakinan bahwa tugas utama orang-orang dalam perusahaan besar adalah melanjutkan kebesaran itu sendiri. 

Perusahaan besar terbelenggu dengan kebesarannya sendiri.

Kenyamanan seperti ini membuat perusahaan besar lebih sering mengekor dibanding mencipta. Mereka baru panik ketika penerimaan dan laba berguguran. RIM, Kodak, Olympus, Nokia, Sunoco, JC Penny, Sonny adalah beberapa contohnya.

Setiap perusahaan sukses tidak sama. Tapi setiap perusahaan gagal punya kesamaan: mereka hanya sibuk dengan yang hari ini dan tak mau repot menciptakan masa depan. 

Persoalan besar kita dalam konteks inovasi adalah hampir mustahil inovasi dilakukan oleh giant company. Sehingga saat ini banyak perusahaan mencoba mencari jalan baru dengan model dua mode/ambidextrous.

Kita melihat perusahaan-perusahaan baru start-up bisa melejit begitu dahsyat dan mampu mematikan perusahaan besar hanya ‘dalam semalam’. Karena mereka punya sesuatu yang tidak dimiliki perusahaan besar: anak-anak muda yang lapar dan berani. Mereka bersedia menjelajahi yang tak pasti demi mendapatkan keberuntungan — karena gagal merupakan sesuatu yang bisa diterima. Sedangkan kegagalan bagi perusahaan besar adalah: KIAMAT. 😂

Mereka tetap menjaga ukurannya tetap kecil, memulai sesuatu dari yang kecil, tetapi bisa membesar dengan sangat cepat. Patron mereka adalah Google, Facebook, Amazon, Apple, Uber — perusahaan-perusahaan yang menjadikan keberanian dalam berinovasi (dan berbuat kesalahan) sebagai bahan bakar utama. Ingat: KEBERANIAN dan KESALAHAN sebagai bahan bakar utamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s