Belajar Dari Lego: “Setiap Tahun Kami Membuang Tropi-Tropi”

image

Sahabat baik saya, Pak Tronic membagi sebuah tautan tulisan yang inspiratif beberapa waktu yang lalu. Nah, setelah lama membaca baru kali ini saya coba buatkan sketchnote sederhananya.

Menarik sekali hasil wawancara Egon Zehnder dengan CEO LEGO Group, Jørgen Vig Knudstorp yang telah memimpin perusahaan keluarga tersebut sejak 2004 silam. Dalam usianya 35 tahun saat itu, JVK berhasil membawa Lego menjauhi ancaman bangkrut yang pernah nyaris membekap perusahaan mainan global asal Denmark tersebut.

 

image

Saat ini Lego terus mampu mencatat pertumbuhan sales YoY secara global hingga 15% dan meluaskan sayap bisnisnya di seluruh dunia dengan spirit dan budaya perusahaan yang kuat. Bahkan pada tahun 2014, Lego berhasil mencetak, memproduksi dan menjual lebih dari 60 trilyun balok/brick Lego.

Tentu yang menarik adalah, sang CEO menegaskan bahwa setiap tahun mereka melempar jauh-jauh segala atribut dan penghargaan dan capaian tahun sebelumnya dan memulainya kembali dari awal dengan spirit yang lebih kuat bagaimana mereka mampu menghasilkan produk dengan nilai, kualitas dan difrensiasi yang berciri kuat dibanding pesaingnya. Tidak ada angka-angka target pertumbuhan yang diucapkan, namun justru lebih pada alasan mendasar mengapa Lego hadir dan mencoba eksis.

The Power of Purpose

Our purpose is to make a difference in children’s lives by giving them wonderful play experiences, and bringing this experience to every child on the planet. Money is like oxygen to a body, but none of us sit in this room to breathe the air; we sit in this room to fulfill a purpose with our lives. Making money is the entry ticket to fulfilling that purpose.

Perusahaan-perusahaan besar layaklah bercermin dengan jiwa dan prinsip yang Jørgen tanam di dalam corporate culture perusahaan yang ia pimpin ini. Rendah hati dan bertumpu pada alasan dasar yang kuat sebagai individu maupun korporasi membuat uang dan keuntungan datang dengan sendirinya.

Uang dan angka tidak menjadi tujuan akhir.

Apa bedanya antara materi sebagai tujuan, materi sebagai sarana dan materi sebagai efek samping? (Ehm, silakan dipilah-pilah).😆

 

Dan  Jørgen mampu menghadirkan value yang begitu mengesankan tersebut tidak hanya bagi konsumen namun terlebih lagi bagi karyawan dan timnya.

Bagaimana dengan anda?

.:Salam Takzim:.

Advertisements

One thought on “Belajar Dari Lego: “Setiap Tahun Kami Membuang Tropi-Tropi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s