Creative Office

image

Ini mungkin tulisan bebas lanjutan dari beberapa tulisan lawas sebelumnya yang sedikit ada kaitannya; silakan ada di ini dan itu.

Kata orang, komoditas ekonomi masa depan tidak lagi hanya selalu berbentuk benda atau barang. Lebih dari itu, komoditas termahal itu kini adalah IDE dan KREATIVITAS.

Demi memupuk kreativitas kerja karyawannya, beberapa perusahaan start up dan perusahaan-perusahaan besar digitalnomic lainnya telah melakukan banyak transformasi signifikan, bagaimana mereka memandang kantor sebagai space sekaligus place untuk bekerja.

Istilah “Smart Office” kemudian menjadi begitu seksi, apalagi untuk perusahaan yang memiliki base dan core dalam menjual dan memanfaatkan produk hasil dari seperangkat teknologi mutakhir dan canggih.

Semangat “smart office” ini sebenarnya apa? Apakah hanya untuk gaya-gaya-an? keren-keren-nan? mengejar status kekinian, futuristik?

Prinsip dasar kantor sebagai space dan place untuk bekerja tentu arahnya adalah produktifitas, efektifitas dan efisiensi. itu pasti! 🙂

Yorris Sebastian, Sang “Creative Junkiest” berbagi pengalaman yang menarik saat ia mengunjungi kantor-kantor berpredikat “smart office”. Salah satunya adalah tentang tersedianya ruang bermain yang menyatu dengan ruang kerja. Permainan apa saja yang bisa mendorong kreativitas, berfikir out of the box, ekspresif dan memanfaatkan aktivitas fisik disediakan oleh manajemen. Bahkan tak jarang ruang kerja sulit dibedakan dengan sebuah play room di taman kanak-kanak, penuh warna dan a lot of fun. Mengapa? karena you will be at best when you are happy and having fun.

Daring is needed to be creative. Orang berpendapat bahwa keberanian, kenekatan dan hal-hal yang membuncahkan hormon adrenalin mampu juga memicu kreatifitas seseorang. Maka tak heran jika ada kantor yang menggunakan papan luncur sebagai medium untuk menuju ke suatu ruang atau lantai. Tidak hanya papan luncur tapi tiang luncur!

Di tengah lift yang serba terbatas, dan antrian yang cukup lama untuk melakukan mobilisasi dari lantai satu ke lantai lain, selain kesabaran, mungkin papan luncur atau tiang luncur bisa menjadi alternatif yang menyenangkan dan sekaligus bisa mendorong karyawan tetap bisa kreatif dan tidak mudah jenuh apalagi bosan. Bukankah, the creative adult is the child who survived?  🙂 terbayang, jika “slide to lunch room” benar-benar ada, dari lantai 23 ke lantai 11? wow, man!

Apapun itu, pesan Sang “Creative Junkiest” adalah: “Creative office, it’s a must for this era. Creative office it’s never about the money, it’s about how you care.”

Advertisements

One thought on “Creative Office

  1. Menjadi menarik ketika kita bertanya apakah smart office bisa diterapkan untuk semua industri? Industri perbankan misalnya yang kelewat rigid dengan segala peraturannya? Andai saja paradigma Gen X bisa berubah dalam memahami apa kebutuhan Gen Y…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s