Synergy Vs. Fusion

image

Kolaborasi atau sinergi antar 2 entitas itu dilakukan biasanya karena ada kebutuhan yang sama. Saling mengisi dan melengkapi.

Ada hal-hal yang saya bisa lakukan tetapi mereka tidak bisa lakukan, dan ada hal-hal yang saya tidak bisa kerjakan tetapi mereka bisa kerjakan. Pada kondisi yang serial dan kondisional seperti itu, maka kolaborasi dan sinergi sangat tepat dilakukan. Ada banyak penghematan yang dapat dicapai. Hemat waktu, tenaga dan tentu biaya. Kondisi yang oleh Jessica Hagy sebut sebagai: CROSS POLLINATE.

Sementara ada kondisi yang lain dimana saya dan mereka sama-sama bisa melakukan, namun atas dorongan situasi dan pilihan yang sulit kami harus ber”sinergi”; harus berkolaborasi.

Tentu bisa saja dan mudah. Saya dan mereka akhirnya bekerja sama. Efisiensi dan efektifitas kadang tercapai, namun kadang juga tidak. Tergantung situasi yang dihadapi.

Namun apakah saya tetap akan menjadi “saya”? Dan “mereka” akan menjadi tetap “mereka”? Atau jangan-jangan akan ada “kita” atau “kami” yang baru?

Lalu apakah kondisi ini tetap bisa disebut sinergi?

Apapun situasinya, kita memang harus bersiap atas segala perubahan.

Sinergi atau ‘menyatu’ hanyalah sebuah strategi menghadapi “tekanan” dan memenangkan persaingan. Begitu ceritanya.

Apapun kondisinya, sikap kita-lah yang akan turut menentukan siapa pemenangnya.

Wallahu’alam.

Advertisements

One thought on “Synergy Vs. Fusion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s