Maknai Setiap Masanya

PhotoGrid_1424652758650

“Ketika sedang senang-senang bersama keluarga, dan tersadar besok hari Senin, disitu kadang saya merasa sedih.”

Senin bagi sebagian (kecil) karyawan seperti kembali ke rutinitas yang menyiksa. “Bekerja seperti kasih ibu: sepanjang masa.” –dan tak pernah kunjung selesai. 🙂

Jika di setiap ujung akhir pekan kita meng”galau” dan sering terjebak pada idiom “I hate monday” bisa jadi ada yang perlu di kalibrasi.

Bersyukurlah, bekerja kadang memang melelahkan, namun lebih melelahkan jika kita tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Maka maknailah semua kondisi dengan sikap yang terbaik.

Tidak perlu harus mencintai pekerjaan untuk dapat memaknainya, cukup temukanlah alasannya. Alasan yang membuat kita: believes why we are who we are. Believes why we do what we do …

“Ketika hidup menghadirkan banyak pilihan, temukanlah alasannya untuk tetap berada di sini”

Work for a cause not for applause! 🙂

Cemunguud eaa Kaka..!

Advertisements

One thought on “Maknai Setiap Masanya

  1. Salam kenal. Barangkali memang saya ditakdirkan untuk membaca artikel Maknai Setiap Masanya dan Working Dead. Ada 1 pernyataan dan 1 pertanyaan yang membuat saya tergelitik. Keduanya sama-sama membahas masalah kerja. What i am fighting for? Untuk apa saya bekerja? Pergi-pulang kerja; apa sesungguhnya yang sedang kita cari, karena apa, dan untuk apa?

    Dalam tulisan ini sebenarnya sudah dijawab. Work for a cause not for applause. Bekerja untuk sebuah tujuan bukan sebuah applause atau pujian. Jika kata pujian ini diperluas, apakah dapat ditarik kedalam frase apresiasi (gaji, tunjangan dan bonus atau kenaikan pangkat misalnya).

    Tapi pun saya yakin banyak dari kita yang masih bertanya Apa Tujuan Kita Bekerja.

    Ini pertanyaan bukan pertanyaan sederhana, tapi juga filosofis. Saya ada 2 artikel yang menulis tentang ini pun tidak bisa menemukan jawaban yang konkrit tentang apa tujuan saya bekerja.

    Dari mulai bekerja untuk mencari nafkah, lalu bekerja untuk aktualisasi diri, kemudian bekerja untuk ibadah, atau bahkan bekerja untuk eksistensi pribadi (yang sebenarnya relatif sama dengan aktualisasi diri). Masih ada kegamangan yang nyata bagi saya untuk menjawab apa tujuan saya bekerja yang sebenarnya. Untuk sementara, proses perjalanan dan proses memaknai itu masih akan terus berlangsung.

    Apa Tujuan Anda Bekerja
    https://fakhrurrojihasan.wordpress.com/2014/01/23/apa-tujuan-anda-bekerja/

    (Merenungi) Apa Tujuan Anda Bekerja
    https://fakhrurrojihasan.wordpress.com/2015/02/06/merenungi-apa-tujuan-anda-bekerja/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s