Jangan Mati-Matian Pada yang Tidak Dibawa Mati!

Note_290115_140202_0

Sebelum semua terlambat, mari berhenti sejenak. Menyelami sebuah petikan nasehat dari seorang rekan senior saya yang satu ini:

“Jika suatu hari kau sakit atau tiba-tiba meninggal dunia karena kelelahan bekerja, perusahaanmu akan segera mencari seseorang untuk menggantikan posisimu, kemudian semua akan berjalan seperti biasa, kau tidak sepenting yang engkau bayangkan. Sedangkan, keluargamu dan sahabat yang mencintaimu akan bersedih dan menderita.

Sisakan waktu untuk menemani keluarga dan jangan lupa menyayangi diri sendiri!”

Demikianlah, sebuah petikan untuk mengingatkan kepada kita semua agar senantiasa proporsional dan seimbang. Mati adalah kepastian, maka perjuangan adalah keharusan.

Begitulah seharusnya kita, memiliki daya tempur yang gigih dalam mengisi setiap detik kehidupan dengan “kerja-kerja-kerja”. Beramal sebanyak mungkin bukan hanya untuk dunia semata, namun untuk sesuatu yang memiliki nilai, value dan kemanfaatan yang bergenerasi. Kebaikan-kebaikan yang kita buat mesti langgeng dan lestari melalui generasi-generasi penerus kita. Dan salah satunya adalah KELUARGA.

Fase perbaikan itu memang berawal dari diri, lalu keluarga baru kemudian masyarakat  hingga ke negara dan peradaban. Maka kokohnya peradaban senantiasa dimulai juga dengan kokohnya keluarga.

Perbaikan itu dimulakan dari lingkungan kita yang paling dekat. Maka “mati-matian” “hidup-hidupan”-lah untuk sesuatu yang pasti kelak-kan kita bawa mati! 🙂

salam dari timur!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s