99 Ideas For Happy Worker: How To Combat A Ridiculous Work Target?

99 ideas_0

Perguliran tahun sudah siap menjelang. Tahun 2014 sebentar lagi akan kita tutup bersama, menjadi lembaran catatan sejarah hidup kita.

Ada 3 hal yang diuji di setiap masa-masa genting akhir tahun ini, terutama bagi semua layanan jasa publik di luar kebutuhan makanan pokok (Sembako) yaitu: energi, telekomunikasi dan transportasi. Sementara itu di bisnis manufacture atau produksi serta penjualan, maka akhir tahun itu semacam “dead line” bagi penulis untuk dapat menorehkan prestasi baik sesuai target atau sebaliknya. Meski bagi kita tentu tidak ada kegagalan selain sebuah kesuksesan yang tertunda. #uhuk! 🙂

Tak terkecuali perusahaan tempat kami bekerja. Target pertumbuhan double digit yang telah jauh di atas industri sejenisnya ini tentu menjadi sebuah tantangan, sekaligus beban jika memang ingin di sebut beban. 🙂

Tetapi begitulah, kita memang terkadang perlu di-PUSH TO THE LIMIT!

Tak perlu jadi Sangkuriang, toh program dan target pekerjaan bak “roro jonggrang” itu terkadang memang tak bisa dielakkan. Dan tak perlu diperdebatkan disini pula, bahwa Sangkuriang dan Roro Jonggrang itu apakah ada dalam satu kisah yang sama atau berbeda. Hehe.

Teringat saat kuliah dulu, kami sering menerima tugas pendahuluan dari praktikum di laboratorium mata kuliah yang sebenarnya hanya berbobot 1 atau 1/2 SKS saja, namun tak kira-kira para senior lab kami yang baik hati itu, tugas yang brutal sering kali menghabisi masa-masa indah akhir pekan dan malam-malam panjang kami di kost-an. Tidak ada bedanya antara hari libur dan hari biasa. Kami semua disibukkan oleh tugas-tugas yang luar biasa. Protes, grundel dan merutuki kondisi saat itu menjadi bumbu-bumbu disela-sela kami berburu master jawaban untuk menyelesaikan tugas-tugas berat itu. Nyatanya kini itu semua jadi kenangan indah dan perekat kami antar alumni tentang kisah haru biru kami di kampus putih-biru. #edisiKangenKampus. hehe.

Maka untuk setiap target radikal dalam pekerjaan memang kita perlu terus saling menguatkan:

  1. Aspek ruhani: Setiap kesulitan selalu ada kemudahan dan yakini pula bahwa Allah tidak pernah membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya.
  2. These too will pass, yakini bahwa hal ini pasti akan berlalu dan terlewati. Sabar dan kuatkan usaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan.
  3. Bangun team work dengan semangat empati, bukan sekedar sebagai partner atau mitra kerja melainkan sudah seperti keluarga sendiri, tolong menolong dalam kebaikan dan kemanfaatan. Dengan rasa kekeluargaan yang tinggi, sesulit apa pun masalah dan target kita akan merasa tidak “sendiri”.
  4. Menyusun prioritas. If you can not winning all then do not losing all. Dalam kaidah ushul fiqh dikenal dengan istilah:  “Maa la yudraku kulluhu la yutraku kulluhu” (Jika tidak bisa meraih semuanya, jangan tinggalkan semuanya).
  5. Jangan takut gagal. Dan hadapi setiap capaian dengan besar hati. Sometimes we win but sometimes we lost learn.

Tetap Semangaaat!

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s