99 Ideas For Happy Worker: Good or Bad Boss?

 

 

Note_031214_040648_0

 

Dalam dunia kerja ada yang sulit untuk ditolak dan dihindari. Dan ini terjadi di setiap organisasi modern yang memungkinkan banyak peristiwa pergantian puncuk pimpinan. Tidak hanya di militer tetapi juga terjadi di ranah sipil yang memiliki herarki dan struktur bak organisme yang selalu berkembang.

Kita tidak bisa menolak dan memilih pemimpin kita sendiri. Ini bukan soal negara demokrasi, yang konon katanya bisa menentukan sendiri presiden melalui mekanisme pemilihan suara, toh pada akhir tidak semua yang kita sebut pemimpin negara adalah pilihan kita sendiri, bukan?

Banyak hal yang memang berada di luar kendali kita.

Kita tidak pernah bisa memilih lahir dari orang tua siapa. Tidak bisa. Tapi bukan berarti Tuhan tidak adil. Kita saja yang tidak tahu, belum tahu, atau tidak mau tahu kenapa harus dilahirkan di orang tua sekarang, dan bukan di orang tua yang lain. —Tere Liye, novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

 

Petikan dari sebuah novel lawas koleksi di rumah.

Yang bisa kita lakukan adalah memilih dan memutuskan kita akan menjadi anak yang seperti apa, dan kelak akan menjadi orang tua yang seperti apa…  itu! (sambil menunjuk bergaya bagai motivator asli di tv) 🙂

Seperti itu pula di kantor, di tempat kita bekerja yang juga merupakan organisasi yang terus tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu.

Kita tidak pernah bisa memilih siapa yang akan menjadi  boss atau pemimpin kita di dalam sebuah lingkungan kerja berjenjang yang memiliki jalur komando dan koordinasi. Atasan kita yang memilih adalah atasannya lagi dan seterusnya. Ada langit di atas langit 🙂 . Dia hadir untuk menjalankan kepentingan yang lebih besar di luar batas wewenang kita, dan tentu dengan segala macam karakter individu yang dibawanya.

Maka kita-lah yang memutuskan dan memilih akan menjadi bawahan yang seperti apa, dan kelak ingin menjadi atasan yang seperti apa pula.

Pemimpin memang seharusnya bisa membangun tim, menambah value bagi orang-orang yang dipimpinnya dan pada suatu ketika harus bisa menjadi problem solver. Tetapi pada kenyataannya ada banyak pula pemimpin yang hadir justru menimbulkan masalah-masalah baru, atau bahkan memberikan influence buruk bagi lingkungan dan ekosistem kerja di sekitarnya. Lalu so what gitu loh?!

Sebagai bawahan apa yang bisa kita lakukan? Bertahanlah! Yakini bahwa inilah cara Yang Maha Berencana sedang menempa diri kita. Dan ini juga cara Yang Maha Kuasa menempa atasan kita. Kita sama-sama memberi ruang untuk belajar dan memperbaiki diri.

Seorang bawahan yang anti merokok ternyata harus memiliki atasan yang pegiat rokok sejati. Maka di situ ada ruang besar yang tersedia untuk saling menemukan titik temu untuk kemudian saling menghormati dan menghargai lalu menciptakan kesepakatan bersama. Atau dikesempatan lain seorang bawahan mendapatkan atasan yang super cuek, maka bisa jadi inilah cara Allah mendidik kita agar menjadi bawahan yang proaktif dan penuh inisiatif. 🙂

Nah, bagaimana jika yang terjadi adalah budaya bullying yang melampau serta melanggar norma dan menghancurkan karakter sebuah tim secara keseluruhan? Apa yang harus kita lakukan? jawabnya: LAWAN!!

Dengan apa? Kata nabi ada 3 cara:

  1. dengan power; kekuasaan. Dan itu bisa dilakukan melalui “Tangan atasan dari atasan kita”
  2. dengan kata-kata (yang disampaikan dengan hikmah dan santun)
  3. dengan hati yang menyelisihi, dan ini adalah kondisi selemah-lemahnya keyakinan hati kita untuk berjuang melakukan perubahan.

Selain 3 cara di atas, jangan lupa selalu berdoa. Doakan atasan kita agar selalu bisa menjadi pemimpin yang baik, doakan agar ia bisa pindah ke bagian yang lebih baik dengan bawahan yang sesuai dan atau berdoalah agar anda yang bisa segera dipindahkan ke bagian lain yang membuat nyaman.

Itu seperti kata Umar bin Khatab, “aku berusaha merubah takdir dengan takdir yang lain.”

Sesungguh dalam setiap kata tulisan akan mendatangkan dosa yang tak putus-putus, dapat pula menjadi ladang amal baik yang mengalirkan pahala tak habis-habis. Maka, menuliskan sebuah opini bukanlah sekedar indah dibaca dan nikmat diikuti. Ada yang perlu diperiksa agar setiap tulisan tidak menjadi fitnah dan sia-sia. Mohon maaf dan semoga bermanfaat. 🙂

.: salam perubahan! :.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s