99 Ideas for Happy Worker: The Essential Factor of Life

image

Musim mutasi kini mulai bergulir kembali di perusahaan tempat kami bekerja. Sesuatu yang tidak bisa dihindari di perusahaan berskala nasional dimana kami harus siap ditempatkan dimana saja di seluruh penjuru nusantara.

Pindah itu mengajarkan kita pada sebuah kenyataan bahwa kita ini hanya “sementara.” Kita hidup itu seperti musafir yang singgah sementara untuk menyeka dahaga dan mempersiapkan bekal yang baik untuk perjalanan selanjutnya.

Kesadaran pada sebuah frasa, “What is the Most Essential factor in our Life?” inilah yang penting saya garis bawahi saat kami harus melakukan proses mutasi atau pindah tugas.

Mutasi ini bahkan mungkin pula selalu dinanti-nanti sebagian orang yang berharap bisa berkiprah bekerja di kampung halaman atau di tempat-tempat yang diidamkan. aiiih.

Saat mutasi, kita selalu akan disibukkan dengan memindahkan keperluan dan perlengkapan rumah tangga, dari yang kecil hingga yang besar. Perobatan pelengkap yang menghadirkan kemudahan dalam hidup, atau bahkan seperangkat alat hiburan untuk memanjakan diri, misalkan. Semua membuat sesuatu yang simpel sebenarnya, menjadi ribet, mahal dan menyulitkan.

Dan untuk semua benda-benda yang kita cintai atas nilai historisnya itu, atas nilai fungsinya dan atas segala alasannya kita miliki saat ini, maka saat kita harus beranjak pindah dan bahkan meninggalkannya…  sadarlah kita pada apa dan mana yang paling esensi dalam hidup ini?

Kadangkala kita berfikir yang terpenting dalam hidup kita itu adalah: Keluarga. Sehingga apapun yang terjadi, keluarga adalah yang utama.

Lalu ada pula yang menganggap yang penting itu adalah “bagaimana meraih kebahagiaan dalam hidup”, lalu beramai-ramai berusaha menunda kesenangan saat ini, demi mengumpulkan kebahagiaan di masa depan. Bekerja siang malam tanpa kenal lelah- tahan banting, hingga ada yang lupa untuk membina rumah tangga misalkan.. #ups!

Tetapi apakah benar semua itu adalah esensi dalam hidup, sehingga kita bersedia bekerja “hidup-hidupan” membanting tulang memeras keringat? sementara ternyata tanpa sadar kita mulai lupa definisi hidup bahagia itu bagaimana, atau kita lupa pula esensi dalam berkeluarga itu untuk apa, atau bahkan kita sedikit lupa juga untuk apa kita hidup (hah!) ? dst… dst…

 

Bahagia itu bukan pada yang kita miliki, kita genggam dan melekat pada diri kita secara dzahir saja, tetapi lebih dari itu, kebahagiaan itu justru muncul secara intrinsik pada jiwa-jiwa yang telah terhiasi dengan makna syukur dan sabar dalam menapaki “the purpose of life” kita…. pada sebuah makna mendalam “what is the most essential factor in our life?”

 

 

.:salam mutasi!:.

Advertisements

One thought on “99 Ideas for Happy Worker: The Essential Factor of Life

  1. Setuju sekali mas, Sy termasuk yg mengalami mutasi disaat yg tidk tepat dan di tempat yg tdk sy idamkan. Saat itu sy merasa berat, tapi Alhamdulillah sy berfikir semua yg terjadi pasti atas kehendakNya. tdk terasa itu adalah waktu 9 thn yg lalu dan begitu banyak pelajaran hidup yg sy dapatkan dari waktu ke waktu selama proses belajar dan berusaha menbuat nyaman di tempat baru.
    Subhanalloh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s