99 Ideas For Happy Worker: Jangan Lupa Berdoa!

image

Sahabatku, doa adalah senjata dan kekuatan. Inti ibadah juga ada pada doa. Seorang Umar bin Khatttab pernah berkata: “Aku tidak peduli dan risau apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, yang lebih merisaukan adalah jika aku tidak berdoa.”

Berharap dan berikhtiar mencari penghidupan yang baik tentu adalah keinginan dan cita-cita semua orang, memiliki gaji besar (baca: cukup dan pas), kerja nyaman dan memiliki lingkungan yang mendukung kita untuk menghadirkan prestasi tentu adalah dambaan semua orang.

Lalu jika suatu ketika kita kemudian bersibuk menuntut perubahan gaji atau upah, atau menuntut kesejahteraan lebih; maka mari kuatkan dalam diri bahwa itu bukan karena nafsu dan ketiada syukuran kita atas apa yang ada. Syukur tidak terletak di sana. Kita patut menuntut itu karena semata-mata agar hak dan kewajiban menjadi seimbang. Kita meminta itu agar tidak ada pihak yang bertindak dzalim dan mengikari janji serta komitmennya. Kita pun bukan hendak merusak tata nilai dan tata laku sebuah proses bisnis, justru sebaliknya agar sebuah entitas bisnis bisa tumbuh harmonis berkeadilan.

Atau, lalu dikesempatan lain kita bertindak bak kutu loncat pindah dari perusahaan satu ke perusahaan lain, dari bisnis satu ke bisnis yang lain, ataupun usaha yang satu kepada usaha yang lain tentu semata-mata pilihannya karena kita sedang memperluas kapasitas dan kapabilitas kita. Ini bukan soal loyalitas atau kesetiaan.

Itulah kita yang sedang mengukir-ukir jejak langkah kaki agar lestari bergenerasi.

Dan dibalik semua itu, mari kita selalu berdoa agar Tuhan menuntun kita, meluruskan dan menyempurnakan ikhtiar kita. Sangat mungkin diri kita ini lebih banyak dosa dan khilaf sehingga apa yang kita lakukan, apa yang kita perjuangkan sudah tak lagi memiliki susbtansinya lagi. Tenggelam dalam receh duniawi yang melenakan. Astaghfirullah,…

“Ya Allah, tempatkanlah karirku/pekerjaanku di tempat yang dakwah dan ummat ini membutuhkanku, serta darinya aku dapat memenuhi kebutuhanku dan keluargaku; jauhkan aku pula dari sikap tamak, dan serakah. Berkahi apa yang aku peroleh darinya, hingga Engkau ridho pada hidupku, sampai kelak menutupnya dengan husnul khatimah di jalan-Mu….”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s