99 Ideas For Happy Worker: Niat dan Popularitas

Dalam kajian kitab hadist yang pernah saya ikuti, baik taklim yang merujuk pada kitab Riyadhus Sholihin maupun kitab Hadist Arba’in Imam Nawawi, tersebut bahwa soal niat adalah ruh dalam setiap amalan. Perkara ini dibahas di bagian pertama menandakan keutamaan dan urgensitasnya.

Sehingga apa kata Buya Hamka di bawah ini bisa menjadi relevan juga;

1400724575015

Maka “beda” kita dengan kerbau dalam soal kerja mungkin karena ada “ruh” di dalamnya. Ada niat, ada goal setting yang melatarinya. Dan itu memberikan warna dan motivasi intrinsik yang begitu dalam. Niat membuat sebuah aksi yang sama namun bisa menyebabkan adanya perbedaan nilai dan hasil. 

Begitu hati-hatinya tentang persoalan “niat” tadi maka seseorang sering kali takut dan khawatir bahwa niat dalam beramal jadi bergeser karena orang lain. Sehingga ia jauhkan segala bentuk sorotan tatapan dan pengetahuan orang lain terhadap prestasi dan apa yang telah ia kerjakan tersebut untuk ia simpan rapat-rapat, karena: 

Popularitas adalah jebakan yang menghancurkan dalam setiap upaya memberi kemanfaatan dan kepeloporan dalam kebaikan. Berhati-hatilah…

Lalu terbawalah itu ke dalam aksi kita sehari-hari. Seringkali kita sibuk bekerja dalam sunyi namun lupa bagaimana kerja-kerja kita itu mampu “terdengar” dan menciptakan resonansinya. Bukankah dahulu Nabi sering menanyakan amalan-amalan sahabatnya dalam forum terbuka? dan dari itu kemudian para sahabat saling berlomba-lomba dalam kebaikan?

Di sini kita perlu belajar secara seimbang bagaimana kerja nyata sejalan dengan panggung pencitraan yang ingin dibangun agar seseorang bisa dikenal dan diketahui “keberadaannya” (eksistensinya). Amal baik tidak selalu harus disembunyikan, apalagi prestasi baik.

Popularitas menjadi jebakan manakala kemudian niat beramal dan berkarya serta berprestasi karena mengejar popularitas tersebut.

Bagaimana membangun self-branding secara baik, seimbang dan sesuai dengan kapasitas dan bukan sekedar pencitraan kosong yang dipaksakan? Apalagi dengan tipu-tipu. 😦

Kita perlu banyak belajar dari para leader yang mampu mengemas self-branding dengan baik di atas kapasitas, kapabilitas dan integritas sehingga daya dorong kepeloporannya mampu memberi inspirasi dan nilai-nilai kebaikan yang tulus. “Work for a cause, not for applause”.

—-

Advertisements

One thought on “99 Ideas For Happy Worker: Niat dan Popularitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s