99 Ideas for Happy Worker: Healthy Life Expectancy?

image

Patut kita syukuri dan berkenan memberikan apresiasi kepada manajemen perusahaan yang meyakini bahwa karyawan yang memiliki kesehatan prima akan mampu memberikan karya yang maksimal dan optimal. Lalu kemudian dilanjutkan dengan komitmen manajemen untuk membangun ekosistem lingkungan kerja yang sehat.

 Pentingnya kesehatan karyawan dalam dunia kerja sudah tidak  dapat dipungkiri lagi, dan akan membawa manfaat bagi pribadi, keluarga, dan tentu saja keberlangsungan perusahaan.  Gaya hidup sehat akan bermanfaat secara total kepada karyawan, keluarga, dan lingkungan. Beberapa manfaat langsung dari terjaganya kesehatan karyawan dapat dirasakan pada menurunnya biaya kesehatan, menurunnya tingkat absensi karyawan akibat sakit, meningkatnya motivasi kerja karyawan, atmosfer kerja yang lebih sehat, meningkatnya aktivitas dan kreativitas karyawan, dan bisa secara signifikan meningkatkan kinerja perusahaan.

 Apakah cukup dengan sehat saja?

Ya, saya rasa itu sudah sangat cukup.. karena kata sehat itu sendiri jika dijabarkan secara luas adalah sesuatu yang langka dan mahal. Menurut Undang- Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Jadi bukan hanya aspek fisik yang dapat berfungsi dengan baik secara fisiologis, metabolis dan biologis serta tidak adanya penyakit yang diderita, namun juga hingga sampai pada aspek produktivitas seseorang menjadi satu ukuran penilaian apakah seseorang itu memiliki indek dan taraf kesehatan yang memadai. Pada aspek sosial, sehatnya seseorang berarti ia memiliki keseimbangan yang baik pada kehidupan sosialnya (interaksi dengan manusia dan lingkungannya) yang mengacu pada kualitas hidupnya. Semakin baik dan tinggi kualitas hidupnya, maka semakin tinggi pula predikat sehat pada dirinya.

Dan komponen aspek lain yang termasuk dalam parameter sehat adalah aspek ekonomi. Kemampuan seseorang mengelola dan memenuhi kebutuhan finansial. Ukurannya ada pada tingkat produktifitas yang mampu menghasilkan dan memberikan kontribusi pada nilai hidupnya.

SEHAT

Maka dalam rangka menyambut peringatan mayday, 1 Mei sebagai hari Buruh Sedunia, kita mesti menginsafi bahwa bukan semata perbaikan upah yang menjadi topik utama, melainkan lebih jauh dari itu: sebuah jaminan terpenuhinya aspek kesehatan karyawan/buruh secara utuh; meliputi aspek jasmani, mental, sosial dan ekonomi.

Di tengah kampanye Healthy Life Style yang cenderung hanya mengacu pada aspek jasmani, kita juga perlu memberi perhatian pada sebuah asa, sudahkan manajemen perusahaan memberikan kesempatan karyawannya untuk membangun kehidupan sosialnya? Membangun kehidupan yang seimbang antara jasmani dan mental? Antara kelayakan materi dengan keseimbangan beban kerja? Bersedia menyediakan sarana-sarana pendukung agar karyawan mampu mencapai kehidupan yang seimbang, sehat jasmani dan mental di tengah-tengah beban target pekerjaan yang tiada pernah henti?

Maka sehat yang kita maksud sebenarnya adalah tentang sebuah idiom: kualitas hidup yang baik…

Namun perlu kita sadari, bahwa tidak adil jika semua itu kita arahkan tanggungjawabnya kepada manajemen, sementara diri kita lah yang sebenarnya memiliki peran besar tentang bagaimana membangun “kualitas hidup yang baik” itu.

Jadi..  Never get so busy making a living that you forget to make a life! 🙂

Jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tidak bisa di bawa mati!!

#eaaa.

Mari jaga sehat kita…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s