99 Ideas for Happy Worker: Tuhan Sembilan Senti

image

Kali ini tulisan agak sedikit menyinggung banyak sahabat dan guru-guru saya. Nggak apa-apa. Sah saja kalau setelah posting kali ini saya akan di bully. wkwkw…

Eric Lawson, bintang iklan Marlboro, merokok sejak umur 14 tahun, meninggal karena sakit paru di usia 72.
Endang Rahayu, Menteri Kesehatan Republik Endonesa, tidak merokok, sangat-sangat antirokok, meninggal karena kanker paru di usia 57. Sama-sama nama berawalan E, tetapi tentu beda jalan hidup, dan tentu takdirnya.

Kita tidak sedang bicara soal apakah rokok itu berbahaya dan kemudian mana bahayanya menjadi perokok pasif dengan perokok aktif? Semua sudah dengan gampang mencari tahu dari segala sumber yang ada tentang bahaya zat-zat yang terkandung di dalam sebatang rokok, yang oleh Penyair senior Taufik Ismail disebut sebagai “Tuhan Sembilan Senti” itu.

Apalagi soal umur–mati/maut, jodoh dan rezeki itu sudah menjadi hak mutlak dari Allah, Tuhan Pencipta Semesta.

Semua orang pasti mati, baik yang merokok maupun yang tidak merokok. Tidak ada jaminan bagi yang tidak merokok akan memiliki waktu dan jatah hidup yang panjang. Demikian seterusnya dan sebaliknya.

Ini lebih pada persoalan empathy, dan respect. Persoalan tentang bagaimana kita menciptakan dan membangun hidup yang berkualitas sebagai pribadi dan makhluk sosial.

Dahulu saat masih di kampus putih biru, saya punya seorang dosen yang pinter, cerdas dan dekat dengan mahasiswanya. Mata kuliah yang dibawakannya pun salah satu yang favorit. Favorit mengulang! wkwkwk.

Uniknya beliau selalu tidak bisa meninggalkan aktivitas merokok di saat mengajar, karena ketika ia sudah mulai kurang konsentrasi dan butuh inspirasi, maka sebatang rokok mampu menjadi penawarnya.

Kami tentu tidak berdaya melarangnya. Taruhannya bisa terpaksa mengulang lagi atau pindah ke kelas lain. Sementara beliau ini salah satu dosen yang cerdas dalam menjelaskan satu mata kuliah yang selalu menghasilkan nilai rata kanan bisa ke arah tengah.

Oke, kompromi pun tercipta. Beliau boleh merokok, tetapi jauh-jauh dari kami yang tidak merokok. Minta maaf di depan forum dan ruang kelas di buat sesuai dengan kondisi. Atau terkadang beliau minta izin 15 menit keluar ruangan sementara kami saling berdiskusi di dalam kelas.

Contoh lain misalkan. Beberapa tahun lalu kami punya seorang manager. Perokok aktif tulen. Namun yang berbeda adalah bahwa beliau tahu persis kapan dan dimana baiknya seseorang merokok. Ruangan kerja kami yang full ac tak pernah tercemar asap rokok. Salut! Dan tentu lingkungan kerja jauh lebih nyaman.

What’s right in your environment may not be right in theirs.

Begitulah budaya merokok itu mirip konsep perbedaan dalam sebuah keyakinan. Kita mesti menghormati dan menghargai pilihan orang untuk merokok atau tidak merokok.

Dibalik atas pilihan dan keputusan pribadi, kita mesti sadar bahwa ada aturan dan norma serta ketentuan yang mengatur kehidupan masyarakat dan lingkungan kita. Kita tak patut memaksakan kehendak dan kebutuhan kita untuk merokok sementara ada aturan yang membatasinya.

Ini terkesan tidak adil bagi perokok ya?

Tidak juga, hak-hak perokok sebenarnya juga diberi tempat. Di tiap ruang publik terbuka negeri ini cukup permisif terhadap perokok. Silakan saja anda cek. Terminal, bandara, pasar, warung kopi dan bahkan hotel dan restoran juga selalu menyediakan tempat yang lapang bagi ahli hisap, termasuk pula disediakan tempat khusus. Bahkan disebagian rumah ibadah (baca: surau dan musholla) kadang masih sangat toleran bagi para ahli hisap.

Mengapa masih sulit untuk berbagi ruang bagi para anti rokok? Ruang ber-ac, pusat pelayanan kesehatan, pelayanan publik, kantor, lingkungan yang di dominasi anak-anak dan perempuan serta ibu hamil adalah tempat-tempat dimana kita perlu sama-sama belajar berbagi, membangun rasa empati dan respek (respect) kita.

The highest result of education is tolerance.  –Helen Keller.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s