99 Ideas for Happy Worker: “Kerja Di Mana?”

Image

 

Mengikuti coretan khas Bung Mice di atas tentu memunculkan beragam senyum menggelitik. Coretan khas, penuh sindiran. Apalagi disebut-sebut pula nama sebuah perusahaan yang namanya tak “asing.” (#uhuk!) ūüôā

Memang, tidak dipungkiri bahwa tempat kerja dan judul pekerjaan seseorang, membuat orang memiliki “harga” dan daya terima dalam pandangan masyarakat kita secara komunal.

Kita memang telah terjebak dalam dunia praktis bernama: image, citra, label, atau atribut artifisial semata. Kita hanya melihat yang dipermukaan atau status seseorang saja tanpa mengukur substansi dan nilai/value yang dikandungnya.

Lalu kemudian kita pun sering mendengar kata sumir, “pencitraan”–yang seringkali menyesatkan kita untuk menilai seseorang secara objektif.

Seseorang lebih sering dinilai dari: bekerja “dimana”, bukan pada¬†“kerja apa”¬†dan atau lebih lagi “kerja (untuk) apa”. Parahnya lagi adalah, bekerja “pakai apa”. Mobil pribadi, atau ojeg kampung? wah-wah!

Jabatan dirasa lebih berharga, daripada kontribusi yang sebenarnya bisa kita berikan tanpa harus punya jabatan (terlebih dahulu).

Termasuk mungkin juga kita perlu mengkritisi ilustrasi di atas. Persoalannya juga ada¬†pada “Mas Ghofur” yang mencoba membangun citra “artificial” sebagai orang kantoran tulen di balik realitasnya yang¬†“hanya” seorang OB. Lalu seakan-akan kita mengamini, penegasan bahwa pekerjaan OB (baca: Office Boy) itu rendah dan “rendahan”, sehingga mas Ghofur terpaksa harus pura-pura dan keluar dari stigma¬†“kerja apa”, lalu lebih memunculkan tentang “Mas Ghofur” yang “kerja di mana”.

Muncullah¬†Mas Ghofur yang asyik dan mencoba berlindung dengan topeng atribut¬†dari nama besar perusahaan (yang konon juga sebenarnya bisa saja “artificial” kan?)

Jangan-jangan kita pun sebenarnya “mas Ghofur-mas Ghofur” lain dalam posisi yang sedikit berbeda. Kita lah yang duduk di meja kubikel lalu seringkali meminta ini dan itu kepada¬†mas Ghofur dalam ilustrasi di atas.

Kita yang juga asyik dengan atribut, label dan judul kita masing-masing. Terjebak pada ilusi nama-nama besar, pada judul dan cover semata tetapi lupa pada jati diri dan substansi.

Staf senior, supervisor, manager, Ge-Em bahkan vice president, dirasa lebih penting dan menjadi tujuan. Namun kita lupa bahwa di balik nama dan judul itu, kita perlu lembaran-lembaran halamannya, berikut dengan isinya: ditulis bersama guratan tinta yang indah.

“Besar atau kecilnya¬†sebuah pekerjaan, bukan karena PEKERJAANNYA, tetapi karena KITA yang membuatnya menjadi BESAR (dan punya ARTI)…”

Mas Ghofur dalam ilustrasi di atas akan jauh lebih mulia dari kita, manakala ia paham dan mengerti betul tentang “kerja untuk apa”; dan lalu lebih lanjut tentang definisi tujuan hidupnya.

Begitulah RESPECT yang sering dan kerap kita dengar dalam ruang-ruang dan koridor kantor menjadi corporate culture perusahaan-perusahaan atau entitas bisnis yang besar dan sukses. Respect bukan hanya tentang menghargai orang lain di sekitar kita, tetapi juga mengharga diri dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Masing-masing kita dilahirkan dengan tujuan besar, dan alasan yang spesifik. Kalau saja serangga yang kecil saja memiliki alasan dan hikmah diciptakan, apatah lagi kita sebagai seorang manusia yang berakal lagi bernurani.

Sungguh bagai api jauh dari panggangnya;¬†bagaimana¬†kita¬†bisa menghargai orang lain saat diri kita tidak mampu¬†menghargai dan menghormati diri sendiri–(pada apa yang dianugerahkan Allah Subhanahu Wa ta’ala). Itulah salah satu bentuk kecil dari rasa syukur kita.

Jadi, masih mau menilai seseorang dari baju dan tampilannya saja? Dan menganggap rendah pada diri hanya semata jabatan?

Find your purpose of life!

If you have not found it yet, keep looking!! ūüôā

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s