99 Ideas for Happy Worker: Its About Quality of Life

image

Lelah dan habis energi untuk sebuah kerja-kerja besar, sering kita maknai sebagai sebuah bentuk pengorbanan.

Sungguh sesal jika kemudian semua diukur dari kacamata kuantitas materi yang akan kita peroleh. Sesak nantinya jika harapan imbalan hanya pada sejumput kenikmatan dunia berbentuk materi.

Nyatanya uang yang banyak tak selalu hadirkan bahagia nan sejahtera. Uang banyak bahkan bisa jadi sumber masalah dan malapetaka.

Tak ada uang ribut, ada uang pun tetap gaduh. Jadi apa yang salah?

Kerja adalah satu dari sekian cara kita meningkatkan kualitas hidup kita, bukan sebaliknya, karena “kerja” maka rusaklah kualitas hidup kita.

Kerja (baca: amal) juga adalah salah satu usaha kita untuk bisa menjawab tentang “alasan kita hidup”. Maka orientasi yang jelas sangat diperlukan. Karena salah mendefinisikan kerja dalam persepektif ini, maka implikasi terhadap memaknai hidup pun bisa cacat.

Ini seperti analogi: “makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.”

Bekerja bukan soal apa yang bisa kita dapatkan, lebih karena adanya kebutuhan eksistensi dan “purpose of life”. Dan nilai seseorang itu akan diukur dari amal-amalnya; dari kerja-kerja besarnya, bukan apa yang dipakai,  apa yang dikenakan, atau yang menempel pada jasad yang kelak pun akan sirna.

Dalam sudut pandang tulisan kali ini, kata bekerja benar-benar meluas maknanya agar kemudian bisa kita hubungkan secara tegas bahwa bekerja adalah juga ibadah–selama niat yang melandasinya baik dan benar.

Maka memang benar kata seorang bijak, hati-hatilah dalam menentukan 2 pilihan dalam hidupmu, karena keduanya akan mempengaruhi segala pilihan dan warna hidupmu setelahnya, 24 jam jatah per hari akan sangat dipengaruhi 2 pilihan hidup ini. 2 pilihan tersebut adalah: pasangan dan profesi.

Nahnu du’at qobla kulli syai’

Maka menentukan pilihan profesi dan sekaligus kerja-kerja besar itu penting agar kita bisa mengisi kanfas kehidupan ini dengan indah.

Dan ingatlah, fungsi kita bukan sekedar sebagai jongos-abdi perusahaan atau kantor, namun juga kita adalah bagian dari masyarakat. Ada hak tetangga yang juga harus kita kerjakan, ada hak keluarga yang harus kita laksanakan, ada hak-hak umat yang harus kita penuhi, ada hak nurani yang juga harus kita benahi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s