99 Ideas for Happy Worker: The Sweet Spot

image

Ada orang bilang bahwa, doing what you like is freedom, liking what you do is happiness. Maka bila freedom berpadu dengan happiness apakah bukan sebuah kondisi yang begitu manis? (baca: the sweet spot).

Orang yang bekerja dalam lingkup sweet spot biasanya akan merasa enjoy  meski beban dan tanggung jawab serta target yang diberikan tinggi; dia tidak merasa terkukung, terkekang dan terbebani. Semua terasa menyenangkan, manis semanis madu. Manis yang menyehatkan dan tidak menimbulkan efek samping.

“Ketika anda mulai melakukan apa yang benar-benar anda sukai, anda tidak akan pernah merasa bekerja lagi sepanjang hidup anda” (Brian Tracy)

Bagaimana caranya menemukan titik ter”manis” dalam kehidupan profesi kita? 🙂

Mari buat 3 lingkaran himpunan bagian yang saling beririsan.

Satu lingkaran berwarna merah muda untuk himpunan pekerjaan yang kita terlatih melakukannya, rutin diasah, dilaksanakan dan dikembangkan sebagai bagian dari kompetensi pribadi. Sesuatu yang berangkat dari pengalaman, kebiasaan dan ketrampilan yang bermasa waktu berulang dilakukan, menjadi sebuah keahlian.

Lalu mari kita buat lingkaran lain dengan warna biru. Ini adalah himpunan bagian yang terdiri dari kelompok pekerjaan yang memang dibutuhkan, diperlukan dan dicari oleh orang lain karena memiliki nilai ekonomi. Ada potensi dan peluang menghasilkan sesuatu (barang atau jasa) yang memiliki nilai dan harga serta menghasilkan keuntungan material bagi pelakunya. Dan tentu juga bernilai manfaat bagi dunia!

Lingkaran yang terakhir adalah himpunan bagian yang melingkupi pekerjaan-pekerjaan yang merupakan bagian dari passionPassion is things that your really-really love doing. Your passion is your strength. And your strength is NOT about what you’re good at. It is about what you enjoy the most. (Rene Suhardono)

Tetapi bukan sekedar passion yang hanya sekedar “Gue Suka!”. Karena apalah gunanya mengejar passion semata namun ternyata tidak ada manfaatnya pada tujuan dan misi hidup kita (purpose of life). Don’t follow your passion (only), let it follow you in your quest to become useful to the world. (Newport)–dengan sedikit modifikasi. 🙂

Passion is not something you follow. It’s something that will follow you as you put in the hard work to become valuable to the world. Begitulah Cal Newport,  seorang profesor ilmu komputer di Georgetown University mengungkapkan pendapatnya soal passion.

Nah apa pun itu, soal siapa yang patut di follow atau mem-follow :),  sweet spot itu berada persis tepat irisan dari ketiga himpunan bagian di atas. Dia adalah pekerjaan yang menjadi keahlian anda–sesuatu yang telah dilakukan dan diasah berulangkali, dibutuhkan dan dihargai oleh pasar–bermanfaat bagi dunia/orang banyak, namun juga sekaligus merupakan pekerjaan yang teramat anda gandrungi karena “itulah anda”.

Persoalannya, bagaimana jika ternyata jenis pekerjaan kita belum menjadi irisan dari ketiga himpunan bagian di atas?  Tidak masalah, yang penting sekarang anda sudah tahu dimana posisi termanis dalam karir kehidupan anda, dan jenis pekerjaan yang sesuai. Langkah selanjutnya…. terserah anda…

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s