99 Ideas for Happy Worker: Creative Energy

image

Jangan merasa khawatir bahwa kamu tidak kreatif! Sejatinya kreativitas sudah mengendap di setiap insan manusia, namun malas untuk dikeluarkan dan tidak tahu cara memanggilnya.

Buang jauh-jauh ke Timbuktu jika kalian masih berpikiran bahwa kreativitas hanya dimiliki oleh orang yang berprofesi seniman. Kreatif adalah hak untuk semuanya, kaya, miskin, tua, muda, entrepreneur, akuntan, tentara, hingga pengangguran.

Kreatif adalah cara bertahan hidup. Kreatif Sampai Mati!

Begitulah Wahyu Aditya menuangkan ide-ide dan gagasan tentang “menjadi kreatif!”  Buku dengan judul yang juga cukup kreatif, “Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati!”

Dan bagi kita, soal berfikir kreatif memang kadangkala tak selalu meluap, melimpah. Ada kalanya musim kemarau tiba, kering kerontang, panas-berdebu dan bahkan tandus.

Kadang-kadang kita pun perlu cara yang kreatif, agar tetap bisa kreatif. 🙂

Dalam dunia kerja, unsur kreatifitas adalah unsur yang mendukung budaya kerja produktif dan cerdas.

Energi kreatifitas bisa saja sekonyong-konyong muncul sebagai  “pure stream” yang timbul begitu saja secara alamiah, bagai sebuah ilham, kemudian menginsipirasi dan mendorong seseorang untuk menghasilkan produk kreativitasnya. Dikesankan sebagai energi kreatifitas yang bersifat “given”.

Namun seringkali dan bahkan lebih banyak sumber energi kreatif itu muncul karena ada beberapa influence atau pengaruh dari orang-orang kreatif di sekitar kita yang mewarnai dan berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Lalu juga bisa melalui media (baik cetak maupun elektronik-digital).

Ada juga yang faktor lingkungan, kondisi kantor, warna-warni meja dan kursi serta desain interior sebuah ruangan juga dapat memberikan dorongan dan energi positif seseorang untuk mampu bersikap kreatif dan inovatif.

Selain itu energi kreatif juga bisa dihasilkan dengan kebiasan kita melakukan benchmarking, perbandingan, perumpamaan dan perandaian. Bisa dengan melakukan kontemplasi, mengunjungi museum, pameran seni rupa, atau kegiatan visual lainnya.

Nah, jika kita masih saja buntu dan sulit mengeluarkan ide-ide kreatif coba lakukan perjalanan. Traveling adalah salah satu obatnya.

Dalam sebuah tulisan saya mendapatkan sebuah uraian ulama, “Bersafarlah, sesungguhnya dalam safar ada lima keuntungan, yaitu: menghibur diri dari kesedihan, mencari hasil usaha (mata pencaharian), memperoleh tambahan ilmu, lebih banyak mengenak adab kesopanan dan menambah kawan yang baik (mulia).”

Perjalanan merupakan sebuah keniscayaan bagi manusia. Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya, diluaskan ilmu dan wawasannya, diperbanyak saudaranya, dilapangkan hatinya hingga dimudahkan jalannya menuju surga, lakukanlah perjalanan atas nama Allah. Dalam Al Quran berulangkali Allah memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan proses perjalanan sebagai sarana menafakuri ayat-ayat dan kekuasaan Allah SWT baik di daratan maupun di lautan.

Q.S. 3:137; 30:9; 30:42; 62:10; 14:32 adalah beberapa ayat Al Quran yang menjadi landasan syariat untuk melakukan perjalanan untuk makin mengenal kebesaran Allah.

Nah, semoga dengan beberapa jurus tadi, kita tidak kehabisan energi untuk terus produktif, kreatif dan inovatif…

….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s