99 Ideas for Happy Worker: Temukanlah Alasannya

image

 

“Ketika hidup menghadirkan banyak pilihan, temukanlah alasannya untuk tetap berada di sini”

Suatu saat seorang sahabat menyatakan kekecewaannya pada sebuah artikel mengenai sang CEO. Bukan sembarang CEO. Penghargaan bergengsi tersemat pada dirinya.

“Anda bisa sukses karena anda berada di bisnis yang tepat, dan anda bisa kuat karena kami.” Seakan-akan kemarau setahun langsung hilang tanpa bekas dengan hujan sehari. Padahal teman saya ini orang yang luar biasa, endurasi dan loyalitasnya tak terkira. 24 jam dalam 7 hari waktunya bisa ia habiskan untuk menyelesaikan pekerjaannya hingga tahun ini perusahaannya mencatat angka pertumbuhan double digit. Luar biasa!

Para pemimpin-pemimpin ini kadangkala datang dari era dan sudut ring tinju yang berbeda, dengan beban dan pesanan kepentingan yang berbeda pula. Toh, hidup ini memang dipenuhi dengan kepentingan yang saling tarik-menarik.

Semua perlu judul untuk bukunya masing-masing.

Para pemimpin-pemimpin ini adalah orang-orang yang akan berlalu dengan amalnya. Demikian pula kita orang-orang yang dipimpinnya. Kita pun akan berjalan dengan amal kita masing-masing.

Pemimpin bisa salah karena ia juga manusia, seperti pula kita yang kemana-mana juga selalu membawa kotoran busuk di ujung pencernaan, maka sungguh tak elok merasa paling tinggi dan paling berjasa pada sebuah capaian gemilang. Toh semua kuasa ini memang bukan milik kita?

Not every manager is a leader, but every leader is a manager.

Tulisan ini bukan berarti hendak mengajak kita untuk tidak percaya pada pemimpin kita, atau abai bahkan melakukan bughot (pemberontakan) pada orang-orang yang hari ini “ditunjuk” menjadi pemimpin pada entitas mana pun.

” What we do in life…” Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah pootongan-potongan mozaik. Terserak disana sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang ruang. Namun, perlahan-lahan ia kan membentuk sosok seperti Montase Antoni Gaudi. Mozaik-Mozaik itu akan membangun siapa dirimu (dewasa) nanti. Lalu apapun yang kau kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian. “Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu” [Sang Pemimpi, Andrea Hirata: 72]

Kita perlu menempatkan semua pada porsi yang sesuai. Loyalitas kita bukan pada orang namun pada value dan system yang mengantarkan kita pada sisi “purpose of life”.

Maka temukanlah alasan untuk tetap di sini, bahwa kita hadir memang untuk sesuatu yang tidak sia-sia…

Work for a cause not for applause.

“Jangan sakit hati saat engkau melihat kenyataan yang menyakitkan ini. Justru mari sehatkan diri, kokohkan hati dengan hal-hal kecil untuk membangun optimisme diri bahwa selalu ada jalan untuk berprestasi meskipun kecil. Jangan sakiti hatimu, bekerjalah dan terus bergeraklah menjadi bagian dari kebaikan”.

Karena hidup kita ini yang akan mempertanggungjawabkannya adalah diri kita sendiri, bukan CEO, dan bukan orang lain. Masing-masing memiliki bukunya sendiri-sendiri.

“Kerja yang bagus, tidak akan berkurang nilainya karena kritik, kerja yang kurang bagus tidak akan bertambah nilainya karena sanjungan. Nilai kita di mata Allah dan manusia adalah kerja-kerja kita, yang diniatkan untuk (beribadah pada-Nya) dan berguna bagi manusia. Kritik manusia tidak akan menjerumuskan kita ke neraka, sanjungan manusia juga tidak akan mengantar kita ke surga.” -A.M.

Maka temukan alasan untuk tetap di sini atau kemudian melangkah pergi…

.salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s