99 Ideas for Happy Worker: Smart Year

image

Awal tahun, (biasanya) penuh harapan baru.

Meskipun secara personal tahun baru atau tidak, mestinya kita selalu memiliki resolusi untuk menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin; dan tentu hari esok harus pula lebih baik dari hari ini.

Nah, terkait tahun baru ini, top manajemen perusahaan (BoD) kami telah mencanangkan tahun ini sebagai tahun cerdas… smart year. yes!

Meski inisiatif dan definisi smart year ini sudah ada tentang apa dan bagaimana, toh dalam aspek pengejawantahan strategi dan pelaksanaannya di lini terdepan dan working group terkecil di pelosok negeri akan memiliki intepretasi yang berbeda. Berpulang tentang makna dan definisi smart itu sendiri.

Jangan-jangan memang kata “smart” ini sendiri sengaja digantung di jidat masing-masing karyawan sebagai “black box” yang dengannya masing-masing perlu mendefinisikan sendiri dengan caranya sendiri pula.

Sehingga kita pun bisa saling seloroh, “Ah, Lu kan udah pada smart, masa gitu aja kagak ngerti…?”

image

Setelah browsing di beberapa halaman kamus online, salah satu dari sekian definisi smart adalah sebagai sifat “showing mental alertness and calculation and resourcefulness”.

Dan akhirnya memang kata sakti “SMART” ini harusnya telah menjadi kunci untuk mulai mendorong semua elemen senantiasa berfikir out of the box, break through;  memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada dengan penuh kecermatan, efisien, dan efektif dalam meraih target dan tujuan.

Kalau selama ini kita sudah terbiasa dengan smartphone, smart device, maka saatnya harus membiasakan smart office, smart activity, smart management, smart movement, smart transportation dan hal-hal lain yang mampu meningkatkan produktivitas pada proses yang efektif-efisien dan mencapai result yang optimal. 

Saatnya memutuskan demi menghindari macet dan kepungan banjir di ibukota maka small office-home office sudah menjadi solusi yang smart, teleconference jadi andalan dengan menggunkan skype, hangouts, atau lync. 

Saatnya bilang : “Ngantor tak perlu harus di ke kantor…. Ngantor cukup pakai kolor” sambil tetap attach dan terikat pada tabel-tabel report, diskusi email dan line chat atau sesekali video conference menggunakan jaringan broadband milik kantor sendiri.

Suatu saat anda sedang menuju ke gunung bromo di jalur penanjakan mengayuh sepeda, sementara boss anda sedang ada di Raja Empat Papua Barat dan kolega lain anda sedang berada di salah satu gerai kedai minuman yang nyaman dan cozy, bertemu klien, partner dan mitra. Connected, and borderless.

Saatnya virtual office dan atau mobile office.

Kantor sebagai “place” tak lagi menjadi pakem. Kantor kini lebih tepat menjadi “space”, menjadi ruang berkarya dan berkontribusi. Bukan tempat datang, berkumpul dan lalu pergi lagi.

Kalau pada akhirnya manajemen selalu mengukur pada result base; tercapai atau tidak tercapainya sebuah angka tetapan di awal (tahun) maka mestinya soal berkantor dimana, durasi jam kerja “eight to seventeen” behind the desk on the cubicle”  tak lagi menjadi patokan dan standar baku.

Ini sebenarnya bukan ide yang orisinil sekali. Sudah banyak gagasan serupa dilontarkan.

Your company need your PRESENCE, more than your PRESENT.

apakah tulisan ini cukup smart? #eh.

Advertisements

One thought on “99 Ideas for Happy Worker: Smart Year

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s