99 Ideas for Happy Worker: Too Old To Be…

image

Seharusnya tidak ada kata “terlalu tua” dalam melakukan sebuah pekerjaan. Selama tubuh masih mampu, semangat masih prima dan nilai produktivitas tetap terukur sesuai dengan angka harapan, jawabannya adalah: “Why not?”

Bercermin dari panggung lapangan hijau. Ternyata selalu ada “usia senja” dalam sebuah karir profesional seorang pesepakbola. Disadari atau tidak. Semua memang selalu ada zaman dan eranya.

Uzur dan usang itu memang menjadi sebuah siklus dan hukum alam yang tidak bisa dilawan. Sunatullah.

Usia emas biasanya antara rentang 20 hingga 32 tahun. Di titik ini kemudian berlahan menurun hingga akhirnya sampai pada kata: “menggantung sepatu”. Pesepakbola yang masih bisa aktif di lapangan bola di atas usia 35 tahun adalah kasus khusus, dan biasanya tidak banyak. Lalu para bintang lapangan yang uzur ini biasanya kemudian beralih profesi menjadi manager tim atau bahkan pelatih.

Periodiasasi jenjang karir ini juga bukan hanya ditentukan oleh kondisi biologis semata, namun juga kematangan sosial, pengalaman dan wawasan, kekayaan cara pandang, pola pikir serta kondisi psikologis seseorang yang juga dipengaruhi oleh lingkungan, baik alam-geografis maupun juga pola hubungan manusia, termasuk lingkungan terdekat: keluarga.

Maka memang harusnya seorang komandan lapangan, panglima perang, manager ataupun CEO sebuah perusahaan harusnya memiliki konsep jenjang karir yang jelas. Penentuan posisi seseorang bukan hanya sekedar memenuhi kualifikasi jumlah man power saja, melainkan efektifitas beban kerja dan produktifitas tim.

Sebagaimana khalifah Umar yang membuat pola periodisasi bagi tentara di garis depan agar diganti dan dilakukan penyegaran. Tidak sampai disitu saja,  bahkan khalifah Umar pun berani mengambil keputusan memberhentikan jenderal perang yang tak pernah kalah saat itu: Khalid bin Walid; agar salah satunya jangan sampai muncul pengkultusan individu. Artinya apa: mutasi, rotasi dan promosi itu penting!

Demikianlah seharusnya pola-pola rotasi, mutasi dan promosi serta penempatan seseorang harus juga menjadi cara yang paling ideal untuk menciptakan dan membangun landscape wawasan yang luas bagi seorang karyawan. Bukan saja karyawan dalam kapasitas individu ataupun personal, melainkan dalam satu ekosistem yang multi-disiplin, antar bidang kerja dan departemen.

Seorang trainee atau new comers yang merupakan fresh graduate, tidak tepat jika langsung menduduki posisi sebagai planner, analisis atau posisi-posisi yang bersifat strategic thinker tanpa pernah turun ke medan pertempuran yang sebenarnya.

Kebijakan yang kelak dikeluarkan akan terasa hambar dan bahkan terkadang tidak membumi karena yang bersangkutan tidak memiliki pengalaman yang kuat dalam bentuk gesekan-gesekan nyata dalam mempertajam intuisi, perspektif dan kondisi real di lapangan.

Sebaliknya, seorang kampium dan jenderal lapangan tidak selalu dan seterusnya  berada di first line, atau hal-hal selalu bersifat eskusi. Mengapa? pertama menghindari kejenuhan, kedua: regenerasi dan jangan sampai muncul pengkultusan, ketiga: alasan penciptaan ekosistem yang tawazun (seimbang) antara penentu kebijakan dengan pelaksana di lapangan.

Seorang engineer, idealnya harus menjadi field operation engineer terlebih dahulu dalam rentang masa tertentu, baru kemudian melangkah menjadi planner engineer atau analyst/senior engineer.

Seorang R&D, idealnya harus pernah bersinggungan dengan media dan objek penelitian sebelum bisa menelurkan rekomendasi, aksioma ataupun resolusi kebijakan yang akan digunakan oleh manajemen. Begitu seterusnya.

Lalu salahkah, jika seorang new comers yang masih miskin pengalaman di lapangan, langsung menduduki posisi-posisi strategic thinker? tidak salah sebenarnya, hanya tentu akan ada “kesenjangan” yang menyebabkan tanggung jawab dan beban pekerjaan tidak ideal, atau bahkan ketidaktepatan strategi dan analisa…

Wallahu’alam.

Bagaimana menurut anda?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s