99 Ideas for Happy Worker: Cepat ala Fast Food

image

Suatu ketika, saat lambung menuntut haknya, seorang teman melempar wacana:
“Makan yuk!?”

“Dimana?” Tanya yang lain.

“Rumah makan padang aja, cepat gak pake lama, dah demo nih cacing di perut! Hehe…” susul yang lain diikuti derai tawa bersama.

Begitulah akhirnya kami makan di rumah makan padang bersama.

Alasan utamanya adalah: cepat.

Apakah “cepat” kini menjadi kunci pilihan dari pelanggan dan konsumen?

The world is changing very fast. Big will not beat small anymore. It will be the fast beating the slow. (Rupert Murdoch)

Jadi ingat pula bagaimana jargon management kami yang baru: Smart, speed dan solid. Speed memang menjadi kunci kemenangan dalam kompetisi.

Dan ini sejalan dengan tabiat manusia yang suka dengan kecepatan. Ingin cepat selesai, ingin cepat berhasil, ingin cepat lainnya. Bahkan ingin cepat kenyang. Hehe.

Kembali ke cerita soal pilihan rumah makan pandang. Soal enak mungkin average. Dan pilihan jatuh karena memang lebih cepat, relatif murah atau terjangkau, dan terakhir karena menawarkan pilihan yang variatif.

Bagaimana dengan produk dan jasa lainnya?

Cepat itu tidak sama dengan tergesa. Cepat itu terencana, memiliki mekanisme kerja yang sistematis dan terukur. Cepat yang tidak terukur dan tidak terencana dan bahkan terkesan spontan, maka itulah ketergesaan.

Dalam Islam, tergesa-gesanya seseorang yang terkena uzur sehingga terlambat mengikuti sholat berjamaah di awal waktu ke masjid itu saja tidak diperkenankan, karena akan mengganggu kekhusukan dan ketenangan jiwa. Maka apalah jua yang membuat kita harus tergesa-gesa dalam memburu dunia?

Dalam perusahaan tempat saya bekerja ini memilih frase kata SPEED sebagai sebuah definisi sikap mental untuk bertindak sebagai pionir/pelopor (Awal), sesuai dengan Arah yang sudah ditentukan dalam bentuk tindakan (Aksi) untuk mewujudkan kecepatan dalam merespon peluang bisnis, ketepatan penyampaian produk, dan kecepatan dalam memberikan layanan kepelanggan atau disebut QCD (Quality, Cost, Delivery).

“In skating over thin ice… Our safety is our speed.”
Ralph Waldo Emerson, 1803-1882

Demikian sehingga kita berharap bahwa “cepat”nya kita, bukanlah “cepat” yang tidak tepat, instant dan reaktif, melainkan “cepat” yang merupakan tindakan responsif dan proaktif dalam iklim kompetisi yang dinamis.

.:salam:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s