99 Ideas for Happy Worker: (Real) Engineer?

image

Suatu ketika, masuk sebuah pesan singkat di smartphone putih 5″ saya: “Slmt siang pak ! Sy Danramil x@3$, mhn ijin dptnya. Konfirmasi towr telk dgn bpk ?. Posisi dimana ?. .”

(*nama kotanya saya samarkan)

Gaya militer tampak jelas dalam diksi dan susunan katanya, belum lagi tanda baca yang turut serta disisipkan. Entah apa urusannya seorang Danramil mengirimkan pesan singkat kalau bukan persoalan yang “Sensitif” di daerah “texas”nya Kalimantan Barat.

Beberapa hari sebelumnya juga ada pesan lain yang masuk: “Pak sudah ditunggu warga malam ini, kita mau bicarakan soal rencana izin warga pemasangan combat BTS yang kemarin itu..”

Beberapa pekan sebelumnya saya juga sempat bersilaturahim ke rumah ahli waris tanah yang disewa menjadi lokasi BTS (Base Transceiver Station) oleh perusahaan telekomunikasi selular merah putih tempat saya bekerja.

Negosiasi untuk meredam vandalisme dan tindakan yang tidak bertanggungjawab dari salah seorang ahli waris. Ancaman gunting dalam genggaman hilir mudik digenggaman pemuda sakit jiwa di hadapan disertai emosi meletup-letup, membuat saya harus bersiap mengeluarkan teknik aikido sembari mencari benda apa yang bisa digunakan jika orang gila ini benar-benar berbuat nekat.

Atau pernah beberapa bulan sebelumnya, dengan bulat-bulat menjadi sasaran samsak cacian dan cercaan dari warga yang entah saya salah apa,  hanya karena kami menjadi perwakilan management untuk menengahi tuntutan warga. Bagaimana mungkin perusahaan bisa memenuhi tuntutan gila itu, siapa sih mereka ini? sehingga perusahaan diharuskan memberikan kompensasi tahunan kepada warga, layaknya bagi hasil keuntungan kepada pemilik modal.

Tak terhitung sudah, meski bukan bagian legal ataupun site management, toh kami yang berada di garis terdepan ini memang harus siap dengan segala bentuk pekerjaan.

Menghadapi orang memang tidak semudah kita menghadapi alat dan mesin. Sebagaimana dahulu belajar teknik digital, maka mesin dan perangkat elektronika memang lebih bisa diukur tabiatnya. Kalau tidak “nol” ya.. “satu”. Tidak terlalu banyak variabelnya. Kalau rusak tinggal reset, plug-unplug, replace dan atau upgrade-downgrade. Kalau sudah mentok, lembiru! Lempar beli baru!! 🙂

Lainlah jika bertemu dan berurusan dengan orang. Boleh saja sama warna kulit kepala, warna rambut atau bahasanya, toh isi dan tabiatnya sungguh sulit ditebak lagi diukur. Parameter dan variabelnya sungguh beragam.

Sales Engineer itu memang kasta yang berbeda. Di atasnya lagi adalah Policy Engineer. Hehehe…

Jadilah teringat status di halaman facebook seorang sahabat saya yang menjadi Transmission Engineer: “bagi seorang Engineer, secanggih dan seakurat apapun analisa teknis, jika tidak sejalan dengan kepentingan bisnis, ya harus legowo untuk mengalah. bahkan saat analisa teknis sudah sejalanpun dengan kepentingan bisnis, ya harus legowo juga jika tiba-tiba dibatalkan oleh keputusan politis. karena sesuatu yang teknis (yang digeluti oleh Engineer) levelnya memang paling bawah, diatasnya ada bisnis, dan yang paling atas adalah politis. jadi masih berminat untuk jadi seorang Engineer ??? “

Tulisan ini tidak bermaksud curcol atau keluh kesah. 🙂 hehe

Toh memang demikian dinamika dunia kerja. Pada jenjang-jenjang tertentu kita seperti menghadapi sebuah persimpangan pilihan, akan ada banyak benturan dan konflik kepentingan.

Kembali ke soal bekerja dengan karakter mesin vs. manusia di atas.

Pada akhirnya kita memang harus terus belajar beradaptasi dan menyesuaikan diri. Seperti sebuah organisme, bukan saja jasad kita yang bertumbuh berubah dan berganti setiap sel-nya, namun ide-ide dan gagasan kita yang ada di balik batok kepala; yang menjalar di antara sel-sel neron dan dendrit ini juga harus terus tumbuh dan berkembang…

.:salam:.

Advertisements

2 thoughts on “99 Ideas for Happy Worker: (Real) Engineer?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s