99 Ideas for Happy Worker: Pendapatan Vs. Pengeluaran

image

Pernah dulu… ya.. dulu sekali…  saya membuat sebuah tulisan sederhana tentang kebebasan finansial.

Financial Freedom.

Ini dia istilah yang banyak menginspirasi para entrepreneur… juga para mahasiswa yang kadang dihantui ketakutan atas kondisi real bahwa lapangan kerja tak selamanya cukup menjanjikan memberikan porsi yang leluasa bagi seluruh lulusan University di negeri ini untuk berkarir dan mengaplikasikan disiplin ilmunya. Apalagi untuk meraih kemampanan finansial yang memadai.

Lihat juga bagaimana buku-buku yang membahas tentang menjadi kaya dengan mudah bertebaran di lapak-lapak dan gerai buku, diikuti dengan seminar-seminar kelas atas maupun menengah yang berisi banyak sekali motivasi dan inspirasi untuk menjadi kaya dan sukses dalam gelimangan materi.

Tapi sejauh ini, apasih sebenarnya financial freedom???

Kebebasan financial?

Passive income yang mampu menopang seluruh basic need dan kebutuhan hidup sekunder hingga tersier tanpa harus mem”banting-tulang” alias tinggal ongkang-ongkang kaki?

Sebagian besar orang mungkin berpendapat seperti itu, seperti pula pakar cashflow Quadrant, Robert T. Kiyosakhi (RTK) yang fenomenal itu.

Tapi seiring berjalan waktu… saya sedikit mendapat simpulan yang agak berbeda.

Kenyataanya, pada titik apapun, entah bagaimana kaya-nya seseorang, bahkan dikatakan milyarder sekalipun.. toh tetap saja ia tak pernah berhenti meningkatkan pundi-pundi finansialnya.. artinya kebebasan financial itu nyatanya sering kali tidak membuat seseorang puas pada titik capaiannya.

Kita tentu bicara ditataran bilangan angka bukan bilang rasa dan nilai keberkahan. Karena kalau sudah menyeberang ke dimensi keberkahan maka akan ada dimensi yang sulit diukur karena takaranya sangat transedental. Cukup yang memberi nilai rasa melimpah; itulah keberkahan.

Kembali ke soal kebebasan finansial.

Jadi ada ndak sih Finansial Freedom itu sebenarnya?
Jika ternyata pada titik capaian yang paling tinggi pun orang masih saja “tidak puas” menikmati nikmatnya bergelimang harta? Tetap saja sibuk dengan bisnis, usaha dan urusannya. Bahkan sikut sana dan sini, padahal mobil sport mewah telah berderet di gerasinya.

Jadi menurut saya… (backsound: in my “umbel” opinion) (*umbel, dalam bahasa Jawa: lendir dari lubang hidung)

Finansial Freedom = terpenuhi tangga kebutuhan dari physiological need until self actualization need – (minus) greedy habit.

Saya sependapat jika kita ingin kaya raya maka terjunlah dalam kancah bisnis… lepaskan belenggu sebagai orang gajian, seperti bukunya Valentino Dinsi: Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian. Namun anda harus pula siap dengan segenap resiko dan tantangannya.

Tapi saya juga setuju jika mau cukup kaya maka jadi lah karyawan yang baik dan jujur… tak perlu KKN, dsb. Seperti bukunya Safir Senduk: Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak bisa Kaya? Atau bukunya Hendri Hartopo: Saya Beruntung menjadi Karyawan.

Jika mau menggabungkan sintetis keduanya… mungkin anda bisa jauh lebih hebat… seorang karyawan yang bisnisman… cool man….!!!

Dan jadi apapun anda, saat ini pun sebenarnya kita bisa mencapai Financial Freedom. 

Kebebasan finansial itu bisa dicapai saat basic need kita ini sudah terpenuhi, mulai sandang, pangan, papan, komunikasi, hingga kebutuhan eksistensi diri dan social acceptance. Lalu kemudian semua itu dibungkus dengan sikap selalu bersederhana dalam keinginan serta seimbang dalam kebutuhan.

Sehingga akhirnya kita akan sadar kunci kenikmatan dalam financial freedom sebenarnya adalah: SYUKUR dan SABAR.

.:salam:.

Advertisements

One thought on “99 Ideas for Happy Worker: Pendapatan Vs. Pengeluaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s