99 Ideas for Happy Worker: Mistake-able

image

Mungkin salah, berarti juga mungkin betul. Seperti kata-kata: “kalau tidak salah…” berarti juga  “betul”.

Kesalahan sebenarnya kita butuhkan untuk mencapai hasil yang lebih baik,karena timbulnya kesalahan adalah tanda diperlukannya cara-cara yang lebih baik.

Membuat kesalahan dan bahkan gagal dalam melakukan sesuatu yang berguna, adalah lebih baik daripada tidak pernah salah kerena tidak melakukan apa pun.

Kesalahan yang tidak kita hadapi dan tidak kita pandang tajam, akan timbul lagi pada tempat dan kesempatan lain.

Karena kesalahan selalu memberikan pelajaran untuk mencapai cara-cara yang lebih baik, maka tidak penting apakah itu kesalahan kita atau kesalahan orang lain.

Yang terpenting adalah kesungguhan kita untuk mau belajar dan mengambil pengalaman tersebut.

Bila kita tidak mencapai keberhasilan hebat, masih ada keberhasilan baik, keberhasilan lumayan, keberhasilan cukup, lalu hampir berhasil,.. Baru kemudian “…nggak apa-apa koq?!”

Itu sebabnya, kita membutuhkan “kesalahan” untuk mencapai kualitas hasil yang lebih tinggi daripada yang bisa kita capai kalau kita berhasil pada upaya pertama.

Kita membutuhkan kunci pembuka pintu kesungguhan untuk menghadapkan wajah ini ke wajah kesalahan kita, untuk berdiri gagah di atas kesedihan dan ketakutan kita, dan mulai melakukan sesuati yang akan mengeluarkan kita dari masalah menuju keadaan yang lebih baik.

Kunci itu adalah: Right or wrong you are wrong

Kata sahabat saya: “mistakes are still mistakes, don’t hide from it but learn from it”

Masalahnya jika itu bukan salah kita saja, lalu hanya kita yang dipersalahkan? Anda bisa dan siap?

Bersedia pasang badan untuk orang lain?

Ini memang butuh kecerdasan emosi yang luar biasa, kalau tidak dianggap sebuah “kebodohan” bagi sebagian orang. Biar saja… Anggap inilah pil pahit dari jamu yang harus kita telan agar tubuh kita sehat dan bugar.

Sikap legowo semacam ini sungguh membutuhkan soft skill yang matang dan paham tentang disiplin kejamaahan (baca: keorganisasiaan); dimana team work adalah more “we” dan less “me”.

Dan itu semua perlu jam terbang.
Dan jam terbang itu…. (mungkin) memang harus mulai dari sekarang.

.:salam spektakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s