99 Ideas for Happy Woker: Masihkah Ada Loyalitas Itu? (2)

Hati-hati meletakkan loyalitas!

Jangan konyol dan salah kaprah!

Bekerja memang harus memiliki totalitas dan loyalitas. Kenapa? karena tanpanya kita tidak bisa menghadirkan kontribusi maksimal yang memiliki nilai manfaat.

Tapi pada siapa loyalitas itu diberikan?

Kepada atasan yang akan merekomendasikan naik pangkat?

Kepada boss yang telah memberikan pekerjaan?

Kepada perusahaan yang telah memberi gaji?

Kepada pemimpin? kepada juragan? kepada majikan??

Loyalty and totality
Loyalty and totality

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An-Nisa : 59)

Maka seharusnya loyalitas kita kepada atasan adalah bagian dari ketaatan kita kepada Sang Khaliq dan Rasul; penyampai risalah-Nya.

Saat tuntutan loyalitas kepada atasan dan pemimpin bertentangan dengan ketaatan dan keteladanan Sang Nabi, maka ketaatan dan loyalitas kepada atasan, boss atau majikan dan semua itu tentunya bisa dianulir dan ditiadakan.

Ingatlah ketaatan dan loyalitas itu memiliki jenjang. Ada yang bersifat mutlak, mengikat ada pula yang bersifat “syarat dan ketentuan berlaku”.

Loyalitas itu memang harus terdapat pada hal-hal yang berhubungan dengan prinsip, nilai juang, spirit, way of life dan atau purpose of life. Bukan tentang asal bapak senang atau sekedar cari selamat pada gerbong karir masing-masing.

Umar bin Khatab pernah berkata, “Tiada Islam tanpa jamaah, tiada jamaah tanpa pemimpin dan tiada pemimpin tanpa ketaatan”. Maka jika bekerja itu adalah bagian dari ibadah untuk mewujudkan eksistensi (baca: manfaat) diri dalam parade kehidupan maka loyalitas yang melahirkan ketaatan itu penting agar prinsip organisasi dapat berjalan dengan baik menuju perubahan dan perbaikan. Jika tujuan organisasi sudah tidak lagi sesuai buat apa kita letakkan loyalitas dan ketaatan pada sesuatu yang tidak sejalan dengan prinsip dan jalan hidup…

Wallahu’alam.

.:salam spektakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s