99 Ideas for Happy Worker: Masihkah Ada Loyalitas Itu? (1)

Dalam dunia kerja, kita sering mendengar istilah Employee Engagement, yang kemudian dalam tataran praktis kita sebut saja: LOYALITAS.

Adakah kita loyal pada perusahaan atau loyal pada perseorangan? loyal semata kepada boss? atasan? organisasi? atau loyal pada prinsip-prinsip lain??

image

Dari sebuah artikel yang saya dapati melalui sosial media pinterest, sebagaimana yang saya capture di atas, ada 3 faktor utama seorang karyawan bisa “loyal” dan memiliki komitmen pada perusahaannya atau tempat dia bekerja saat ini, sebagai apapun.

Yang pertama adalah “TRUST”

Dalam suatu bincang-bincang warung kopi bersama beberapa rekan-sahabat saya yang bekerja sebagai pelayan masyarakat (baca: pegawai negeri) yang juga memiliki bisnis sampingan, dia bilang, bisnis itu kunci utamanya hanya ada 2, sisanya adalah turunan dan pelengkap. “Apa itu?” tanya saya penasaran.

Trust, “kepercayaan” dan Network atau jaringan pertemanan atau kolegial. Jawab sang PNS yang mungkin beberapa tahun lagi bisa saja keluar dan fokus membesarkan usahanya itu. Saya hanya manggut-manggut mengamini.

Dalam konteks membangun keterikatan dan loyalitas, perusahaan juga ternyata harus mampu membangun rasa “Percaya dan dipercaya”.  Ada janji, maka ada hutang yang harus dibayar. Ada sebuah prosperity, atau potensi kelayakan nilai ekonomis di masa depan. Ada sebuah kepercayaan bahwa rekanan atau tempat dimana kita bekerja ini memberikan harapan yang men”janji”kan, dan kita percaya akan itu.

Dalam kata kunci, TRUST ini ada definisi:

  1. an economic state of growth with rising profits and full employment
  2. the condition of prospering; having good fortune
  3. The state of being prosperous; advance or gain in anything good or desirable; successful progress in any business or enterprise; attainment of the object desired; good fortune; success

 

Faktor yang lain adalah: MASLOW’S HIERARCHY

Nah, Orang bekerja tentu harapannya adalah terpenuhinya kebutuhan dasar hingga kebutuhan eksistensi dan pengakuan sosial. Persis seperti apa yang di-teorikan oleh Abraham Maslow. Termasuk di dalamnya kebutuhan untuk tumbuh berkembang dalam tataran psikis/emosional maupun jasmaniyah.

Selama jenjang-jenjang kebutuhan itu bisa dihadirkan melalui aktivitas bekerja di sebuah entitas perusahaan, maka yakinlah akan selalu ada orang yang tetap loyal dan solid mendukung setiap arahan manajemen.

 

Selanjutnya, ada satu faktor lain yang menyebabkan orang tampak seakan-akan loyal pada tempat ia bekerja. Bertahun-tahun di tempat yang sama, menjalankan peran yang sama dan tak banyak berubah. Mungkin ia memiliki faktor ketiga, yaitu: ENVIRONMENTAL.

Environmental disini maksudnya adalah sebuah iklim lingkungan dan kondisi situasional yang mendiskripsikan tentang pola hubungan kerja, pertemanan, sahabat, kolegial maupun hubungan bisnis yang begitu intim, emosional dalam keterikatan humanis yang kental.

Betapa pun melelahkan, menjemukan dan beratnya tugas dan pekerjaan yang dilakukan hari demi hari, ketika orang sudah merasa nyaman dan dia menemukan situasi dan lingkungan yang cocok bagi kepribadian dan prinsip-prinsip hidupnya maka orang tersebut boleh jadi akan bisa bertahan lama di dalam sebuah entitas perusahaan atau pekerjaan tertentu.

Lalu masihkan ada loyalitas saat ketiga faktor tersebut hilang dan tidak ada?

(bersambung)

.:salam sepktakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s