99 Ideas for Happy Worker: The Man Without The Land is Nothing

“The man without the land is nothing” Kata-kata terakhir yang terucap dari ayah Joseph Donelly (Tom Cruise) dalam film “Far and Away” (1992) sebuah film drama yang mengisahkan perjuangan imigran asal Irlandia berjuang mendapatkan sebidang tanah harapan di Oklahoma Amerika Serikat menjadi sebuah kata-kata pelecut bagi Joseph untuk menemukan dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Dalam perjuangannya di kota Boston,  Joseph harus mempertaruhkan nyawanya dalam pertandingan tinju bebas di club malam. Dollar demi dollar dikumpulkan demi membeli perlengkapan kereta kuda dan bekal menuju ke barat, menuju ke tanah harapan. Ia ingin menjadi lelaki sukses sebagaimana harapan almarhum ayahnya.

Tapi begitulah kita, seringkali jatuh bukan karena batu besar yang menghadang, namun lebih sering karena kerikil kecil yang tak tampak.

Saat Joseph kiat terkenal menjadi seorang petarung kuat, ia mulai mengubah gaya hidupnya. Pakaian dandy, sepatu dan topi khas beraneka ragam sebagai lambang status sosial membuat dia lupa pada tujuan awalnya. Hingga akhirnya ia pun dicampakkan oleh mafia dan pemilik club malam karena kalah dalam sebuah pertarungan. Dollar-dollar yang tersisa pun terpaksa disita dan ia pun diusir menggelandang bersama teman pelariannya, Shannon Christe (Nicole Kidman) yang juga demi cita-citanya memperoleh kebebasan dan tanah harapan harus meninggalkan segala bentuk kemewahan menjadi anak tunggal land lord di Irelandia menjadi buruh upah pencabut bulu ayam dan sempat menjadi penari di club malam yang sama tempat Joseph meraup uang dalam setiap tinjunya.

Kisah hidup mereka terus turun naik penuh konflik hingga pada scene akhir, dikisahkan keduanya berhasil memperoleh tanah yang diidam-idamkan dalam perlombaan “land race”. Joseph sekarat karena terlibat perkelahian dalam perebutan tanah dengan peseterunya. Agar film ini jadi happy ending, akhirnya Joseph dikisahkan tidak jadi mati dan hidup bahagia bersama Shannon.

Ada kata-kata yang cukup menarik: “The land that was so important to me means nothing without you” 

image

Begitulah, cerita dari film dengan setting tahun 1890an yang sebenarnya tidak sampai selesai saya tonton. Sisanya saya baca dari sinopsis dan resume yang pernah di buat.

Insight dari film ini ternyata cukup menarik.

“The land” di sini bisa kita artikan apa saja. Pada konteks yang lebih luas. Dia bisa sebagai pengganti apa-apa yang selama ini kita anggap layak untuk diperjuangkan sehingga dengannya kita yakin memang perlu ada dan “hadir” dalam rekam jejak sejarah hidup kita.

“The land” itu bisa saja adalah  “keinginan-keinginan” atau “harapan-harapan”. Cita-cita besar yang hendak kita raih. Terwujud dalam bentuk materi. Rumah besar dengan halaman luas, mobil mewah, atau ladang kebun berhektar luasnya.

Boleh saja kita berdarah-darah memperjuangkannya, 24 jam dalam 7 hari. Bangun tidur lalu langsung “clock in” dan berlari lagi mengejar “the land” tanpa mengenal lelah.

Tapi mungkin kita perlu sadari sebelum jauh terlambat.

Benarkah “the land” kita hanya itu? sebatas tanah berbatas dengan pagar dan isinya terhias indah dalam bentang hidup di dunia yang singkat?

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Surah Al-An’Am ayat 32)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Surah Al-Ankabut ayat 64)

“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.” (Surah Muhammad ayat 36)

Scene terakhir dari kisah film di atas menyadarkan kita, bahwa jangan lupa bahwa kita punya orang-orang yang terdekat yang bisa dijadikan tempat berbagi. Keluarga, sahabat dan karib adalah orang-orang yang mampu membuat apa yang kita perjuangkan menjadi lebih berarti.

Never get so busy making a living that you forget to make a life.

.:Salam spektakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s