99 Ideas for Happy Worker: Naik Gaji, Sudahkah Layak?

image

Siapa yang tidak mau tiap saat naik gaji?

Terlepas kondisi ekonomi, inflasi dan daya beli masyarakat yang menurun, disusul kemudian sudah adanya komitmen kenaikan berkala yang dijanjikan oleh management perusahaan dalam perjanjian kerja bersama, toh ada layaknya kita sedikit melakukan assessment seperti diagram di atas.

Mengapa perlu?

Tentu ukurannya adalah kepatutan dan kelayakan. Ada unsur kendali diri atas keinginan dengan performa yang bisa kita berikan.

Bukankah agama mengajarkan kita untuk bersikap adil?

Memperjuangkan kenaikan gaji ini pun selalu relevan agar manajemen juga tidak bersikap dzalim pada sumber daya manusia yang dimilikinya, yaitu karyawan yang juga memiliki ruang-ruang kewajiban sebagai ayah/ibu, sebagai suami/istri, sebagai anggota masyarakat, sebagai manusia dan segenap peran lainnya.

Titik seimbangnya ada pada 2 sudut pandang.

Dari sisi karyawan adalah sikap qonaah dan syukur (baca: memaksimalkan karunia-Nya sesuai kehendak Sang Maha Pemberi) dan disisi management adalah parameter kepuasan karyawan yang relevan dengan tingginya produktivitas dan kinerja.

Bagaimana menurut anda?

.:salam spektakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s