Bedah Smartphone: My Social Media Landscape

image

Kali ini saya ingin bercerita tentang aktivitas di dunia maya.

Ya.. diantara aktivitas harian sepertinya aktivitas di dunia maya juga tak lagi bisa dipisahkan.

Landscape social media yang tersedia kini begitu beragam dan addictive.

Awalnya dulu asyik nge-blog di multiply. Saya salah satu tipe orang yang malas ngoprek web, lebih suka memanfaatkan template dan theme yang ada. Itu tahun 2007. Setahun kemudian mulai membuka account facebook. Di dua social media inilah saya menyalurkan hobi menulis, sesekali share foto, atau aktivitas serta mengabadikan momen melalui rangkaian kata-kata baik yang bersifat insight atau spontanitas atas ide-ide atau opini yang muncul di kepala.

Saya meyakini bahwa menulis adalah bagian dari mengabadikan diri. Menulis juga adalah aktivitas lanjutan dari kesukaan membaca. Baik membaca literasi maupun membaca situasi.

Rekaman dan tetesan sekelumit ilmu memang harus ditulis agar tidak lari dan hilang. Sekedar menulis di catatan pribadi itu hanya menciptakan ego dan tidak akan memberi efek besar selain dengan berani membaginya, “sharing is the trully having”.

Dengan membaginya lewat tulisan di blog maka ada banyak kesempatan untuk berbagi ilmu dan bahkan mendapatkan feedback.

Selanjutnya pada April tahun 2010 mulai mencoba micro-blog twitter. Awalnya bingung dan belum begitu memanfaatkan media sosial ini. Kemudian sejak 2011 kian aktif dan telah menjadi bagian menuangkan flash ide maupun opini serta menikmati beragam news alternatif. Kultwit dan pandangan beberapa motivator, pesohor, guru, ustadz dan rekan-rekan penggiat social media.

Landscape dari jejaring sosial saya kian meluas, awal 2012 saya mulai merambah tumblr. Web log yang atraktif lebih simple dari blog gratis lainnya. Hal ini saya lakukan karena kebijakan multiply yang mengubah skim layanannya focus pada e-commerce. Jadilah saya migrasi ke tumblr. Tumblr ini mirip sedikit menyerupai twitter dalam kemasan blog. Lebih lagi, tulisan saya di multiply pun bisa di migrasi dengan baik. Hampir semua tulisan, walau pun tidak semua.

Bagaimana facebook? Tetap. Dan kini lebih menjadi semacam etalase dari seluruh jejaring sosial yang saya manfaatkan dalam dunia maya. Semua mirroring dan update ke wall di facebook. Dengan jumlah contact friend list yang di atas 2000an yang terdiri dari sahabat-sahabat kecil saya sejak SD sampai kolega kerja terhubung melalui jejaring sosial ini, facebook lebih menjadi fasad, papan reklame dan penerus update tulisan-tulisan dan status atau opini-opini saya dari twitter maupun tumblr.

Pada kuartal akhir 2012 saya pun mulai menjajal wordpress. Sebelum tumblr pernah dan masih aktif di kompasiana. Beberapa tulisan masing nongkrong di sana. Hehe…

Pengalaman dengan multiply yang khawatir suatu saat tumblr mengubah profil layanannya maka saya perlu ruang blog yang lebih terjamin dan kokoh eksistensinya sebagai penyedia layanan blog. Pilihannya ada 2, blogspot atau wordpress (wp). Saya pilih yang terakhir. Karena dari wp saya bisa mengimpor tulisan dari tumblr.

Jadilah blog saya ada 2 kaki. Makin eksis? Hehehe.. ya.. walau kadang malah bingung juga mau nulis di mana? 🙂

Bagaimana denga social media yang lain?

Endomondo sebagai social media yang focus pada movement activity lebih focus saya gunakan sebagai recording aktivitas bersepeda. Bersepeda makin aktif dan semangat karena terukur, tercatat dan yang paling penting: ter-update. Hehe.

Pinterest awalnya saya hanya coba-coba pada pertengahan 2012, tertarik karena termasuk recommendation list di google play. Kita bisa share web, artikel dalam board yang khusus kita buat sesuai kategori yang kita inginkan. Kita pun bisa memanfaatkan penanda “pin” pada tulisan atau artikel yang menarik dan penting menjadi ide-ide segar atau sumber kreativitas lainnya. Dan kemudian bisa saling share, memberi tanda “suka” dan follow seseorang yang memiliki minat atau hobi/interest yang sama. Menarik bukan?

Untuk share foto, ternyata share begitu saja tidak lagi cukup menarik. Munculnya instagram pada smartphone ber-platform android membuat share picture bukan sekedar share tetapi bisa memodifikasi menggunakan beberapa filter pilihan yang membuat tone serta komposisi foto sekelas hasil kamera DSLR. Makin eksis kan?

Tidak cukup hanya instagram, biar ter-back up, foto-foto tersebut kemudian saya link-up ke Flickr. Layanan sosial media berbasis gambar/foto/grafis milik yahoo ini serupa dengan instagram bedanya ia akan mengunggah foto dalam format ukuran yang relatif lebih besar sesuai dengan aslinya.

Untuk soundcloud saya gunakan sekedar untuk search rekaman-rekaman yang saya butuhkan. Belum sampai me-record kajian lalu mengunggahnya.

Sedangkan youtube juga baru 3 video yang saya unggah dan belum sungguh-sungguh saya manfaatkan, hanya sebatas mengikuti rekaman TEDx dan beberapa penyedia video berita alternatif.

Nah jejaring sosial baru yang terakhir saya ikuti adalah Instructable. Layanan jejaring sosial ini menghadirkan kebutuhan kita untuk mencari petunjuk “how to” atau step by step pada beberapa ide kreatif, inovatif serta orisinil terkait banyak hal. Termasuk kita pun bisa membuat daftar petunjuk dan panduan yangbkita buat untuk diunggah sehingga bisa dimanfaatkan oleh orang lain…

Begitulah landscape kita di dunia maya makin luas dan beragam. Semoga menjadi pintu peluang untuk memberikan manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang…

.:salam spektakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s