99 Ideas for Happy Worker: “Berdebat” yang Indah

Alangkah selamat jika segala amal kita landasi dengan ilmu. Lalu alangkah maslahat kala kita mampu menghargai perbedaan, juga karena ilmu 🙂

Ahh,.. risau saya mengikuti sebuah milis internal kantor. Awalnya agar menjadi ajang silaturahim, ukhuwah, saling menasehati dalam kebaikan dan sabar serta sarana untuk saling share to care.

Namun apa lacur, akhirnya berujung pada debat tiada ujung, setiap masukan dibantah, merasa paling benar dan seterusnya. Kami yang menjadi pembaca pasif akhirnya risih dan hanya bisa mengelus dada.

Satu persatu meminta untuk unsubcribe dan walk out dari forum milis yang mulia itu.

Agaknya budaya kita untuk berdebat (baca:berdiskusi) dalam rangka menemukan pendapat yang paling kuat dan benar lalu sama-sama menjujung tinggi hasilnya; apakah bersepakat atau berselisih jalan, masih jauuuh. Apalagi tanpa didasari dengan kerangka berfikir ilmiyah yang dewasa penuh tanggung jawab dan jiwa besar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s