99 Ideas for Happy Worker: Employees First, Then Customers next?

Dalam sebuah status di laman fb seorang sahabat, kolega, adik kelas dan teman seperjalanan beberapa tahun lalu saat melawat dalam sebuah training overseas, ada yang menarik. Hari itu ia menulis sebuah status yang membuat saya terdorong untuk membuat satu tambahan rangkaian tulisan ala kadarnya tentang dunia kerja.

Employees come number ONE, customers come number TWO. If you have a happy workforce, they’ll look after your customers anyway.

-Tony Fernandes

Tentu kita kenal siapa Tony Fernandes, seorang taipan dari negeri  jiran Malaysia yang melanglang buana di jagad industri music lalu banting stir menjadi pendiri sekaligus CEO Air Asia. Sebuah maskapai penerbangan yang menjadi pioneer dalam low cost carrier transportation dan mampu mendominasi angkasa langit asia tenggara dan sekitarnya.

Di belakang sebuah perusahaan besar berskala internasional tentu kita bisa pastikan bahwa di sana ada seseorang yang penuh inspirasi, selain tentu kontroversi dan penuh kejutan.

Ungkapan yang terkenal dari sosok ini cukup memberi warna dan aroma segar buat siapa pun yang saat dan hingga kini menjadi seorang karyawan atau buruh di sebuah perusahaan.

Entah berniat curcol atau sekedar berbagi inspirasi, sang pemilik akun fb—teman saya itu, tentu punya motif dan udang di balik batu. Apalagi belakangan isu soal penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama antara management dan serikat pekerja di kantor kami sedang hangat-hangatnya.

What ever… tapi setidaknya saya setuju sekali dengan ungkapan Datuk Tony Fernandes ini. Kita sering berbuih-buih bicara soal bagaimana menjaga loyalitas pelanggan dalam serial management perusahaan yang mengedepankan service, jasa pelayanan kepada publik. Nyatanya sering management lupa dan atau mungkin mengenyampingkan bahwa ada hal yang tak kalah penting dengan menjaga loyalitas karyawannya dengan membuat mereka “happy”. Karyawan dulu, baru pelanggan. Setuju?!?

Meski demikian, antara karyawan dan pelanggan mana yang didahulukan akan menjadi perdebatan panjang bagai kita yang sering mempermasalahkan mana dulu antara telur dengan ayam. Jika perusahaan memperlakukan karyawan dengan baik maka mereka akan berusaha membuat pelanggan loyal, ketika pelanggan loyal maka perusahaan akan mendapatkan benefit. Begitulah lingkaran sederhananya.

Alhamdulillah, saya pun berharap perusahaan tempat kami mengais nafkah ini termasuk yang mengerti bagaimana menjaga loyalitas pekerjanya. Menjaga loyalitas pekerja sebenarnya bukan hanya soal besaran angka rekening pada slip gaji bulanan atau insentif rutin saja.  Ada banyak hal lain soal bagaimana perusahaan mampu membangun ekosistem yang membuat karyawannya merasa “berarti” dan tumbuh bersama.

Geoffrey James (entah siapa dia…)  menulis sebuah artikel, dan dia bilang, “People accept jobs because they like companies and leave because they dislike managers.”

 Nah, soal menjaga loyalitas karyawan ternyata bukan saja tanggung jawab para senior leader, top management,CEO, BoD dan jajarannya, namun juga ternyata di scope level terdekat, terkecil di sekitar kita. Kita betah bekerja di perusahaan mungkin juga karena adanya teman-teman yang bersahabat, penuh perhatian tulus, peduli satu sama lain dan juga environment yang kondusif.

Jika kenyataannya ternyata tidak? Hmm… okelah mari kita coba untuk selalu membangun paradigma bahwa kebahagiaan dan kenyamanan kerja kita itu bisa dibangun dari dalam diri. Motivasi dan spirit intrinsik dalam diri kita yang berakar dari kemampun kita menemukan misi hidup dalam bekerja –lah yang akan membuat kita tetap bisa bertahan meski guncangan dan badai mengancam tegapnya komitmen kita itu.

Bagaimana menurut anda?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s