99 Ideas for Happy Worker: Management CeRiA

ini sekedar sebuah penunaian janji lama kepada seorang sahabat yang pernah melakukan blog-walk ke salah satu presentasi abal-abal saya saat assessment beberapa waktu yang lalu.

Pertanyaan sederhana, apa itu management CeRiA?

Teori ini saya dapati dari memodifikasi prinsip kerja 888 orang Melbourne. Mereka dengan sederhana membagi hari mereka 8 jam bekerja, 8 jam rekreasi dan 8 jam istirahat. Simple but effective. Itu menurut mereka. Menerapkannya “plek-plek” di Indonesia dengan gaya jam karet dan fleksibilitas tinggi dalam pembagian waktu rasa-rasanya masih membutuhkan banyak tahapan dan pembiasaan. Belum lagi kultur gaya bekerja orang Indonesia tidak sama sekali dengan orang-orang bule Australia itu.

Orang Indonesia banyak intermezzo, sesaat-sesaat, dengan bumbu-bumbu inter dan antar personal yang kompleks. Ngobrol ngalor dan ngidul membuat suasana bekerja yang nyaman dan penuh warna adalah hal yang sulit dihilangkan. Karena hal itu merupakan bagian dari alasan kenapa orang bisa tetap bertahan di sebuah posisi pekerjaan, yaitu:interaksi. 

Bahkan buruh pabrik di bagian produksi yang perlu konsentrasi terkadang membutuhkan kesempatan mereka untuk bisa saling bertukar pendapat, berdiskusi atau sekedar ngobrol tanya-jawab soal apa menu makan siang hari ini… 🙂

Nah, dari pengalaman empiris tersebut saya mencoba membagi 8 jam bekerja di kantor dibagi menjadi 4 sesi agar tetap produktif dan memberi ruang banyak untuk membuat variasi-variasi.

Jadi management CeRiA 2-2-2-2. 

2 jam pertama adalah “Creative Morning”. 2 jam selanjutnya adalah “It’s Your Time!”, 2 jam berikutnya adalah “round table conversation”. Dan kemudian ditutup dengan 2 jam “freedom for sharing”.

Pada sesi “creative morning” ini kita bisa mengisinya dengan motivasi dan diskusi ringan sambil sarapan di pantry atau di ruang-ruang santai kantor sebagai upaya warming up dan memancing kreatifitas sesama rekan kerja atau tim seputar apa-apa saja yang bisa dan harus dilakukan pada hari ini.

“It’s your time!” adalah sesi dimana masing-masing anggota tim berkarya di ruang-ruang spesialisasi dan bagian unit yang menjadi tanggung jawabnya. Di sesi ini masing-masing diharapkan mampu mengoptimalkan segala potensi dan kemampuannya. Inilah waktunya membuktikan eksistensi dan kapasitas diri.

Setelah istirahat siang, saatnya berkumpul kembali untuk berdiskusi apa-apa yang menjadi highlight dan hal-hal yang penting terkait pekerjaan hari ini. Berbagi tugas dan menyelesaikan bersama-sama setiap problem dan target yang dibebankan ke tim hari itu. Di sesi ini adalah waktunya “my team work together”.

Lalu Selanjutnya ditutup dengan 2 jam terakhir dalam sesi freedom for sharing; berbagi  inspirasi, tugas, tanggung jawab, hambatan-hambatan atau prestasi serta tantangan yang dihadapi hari ini untuk bisa menjadi catatan penting atas raihan dan capaian yang diperoleh. 

Demikianlah, management ceria 2-2-2-2. Bukan hal yang spesial dan adaptif pada setiap lingkungan kerja. Prinsip yang universal tentu adalah bahwa karakter manusia yang kerap dihampiri bosan dan lelah harus diberi sentuhan-sentuhan variasi yang menarik dan membangun keterlibatan dan interaksi agar team work tetap terjaga.

.:salam spektakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s