99 Ideas for Happy Worker: Hidup yang Berkualitas

Seringkali kita mendengar kata berkah dalam hidup kita. “Semoga rezekinya berkah. Semoga usianya berkah, semoga perjalanannya berkah,”… dsb.

Dalam beberapa kali kesempatan kajian, membaca buku dan blog-walking serta googling, saya kemudian mendapatkan definisi tuntas dari kata berkah, adalah: bertambahnya kebaikan. (Ziyadatul Khoir). Praktis kedua nama itu memang saling erat bertali. Sebagaimana pula menjadi sebuah kebetulan yang tentu telah diatur, bahwa Barkah adalah nama istri saya, dan Ziyadatul Khoir adalah anak sulung kami. Hehe..

Baik, lanjut soal kata “berkah”, ternyata tidak selalu identik dengan soal kuantitas atau jumlah dalam numerial. Berkah lebih pada substansi sebuah rasa atau nikmat yang bisa jadi jumlahnya tidak banyak namun terasa cukup, utuh dan terasa berlimpah karena kemudian mendapatkan kebaikan-kebaikan lain yang turut hadir menyertainya.

Dalam tulisan bebas kali ini, saya mencoba merangkum apa-apa saja yang kemudian bisa merekonstruksikan pemahaman kita tentang hidup yang berkualitas atau hidup berkah tadi.

Bagaimana hidup yang berkualitas?

Setiap orang tentu memiliki pandangan yang berbeda-berbeda tentang definisi hidup yang  berkualitas. Kualitas itu erat kaitannya pada mutu, value dan nilai manfaat.

Jika merujuk pada sebuah produk, “berkualitas” artinya barang tersebut memiliki nilai  manfaat yang baik dalam jangka panjang. Selain tentu memenuhi espektasi dan harapan dari  penggunanya.

Hidup berkualitas itu tidak terletak pada jumlah materi yang ada digenggaman kita namun lebih sejauh mana kita bisa mengoptimalkan amanah kehidupan ini, termasuk yang ada di genggaman, yang melekat di lapisan kulit hingga yang bercokol di rongga kepala dengan segala komponennya untuk setidaknya kemudian terangkai pada 3 kata kunci:
  • Produktif, menghasilkan 
  • berkebajikan nan manfaat (good value added) 
  • tumbuh baik dan lebih baik hari demi hari (positive sustainable growth)

3 kata kunci dan aspek tersebut tentu dapat dicapai ketika kita memiliki modal yang tiada terpisahkan, yaitu sehat jasmani dan ruhani.

Alhamdulillah, saat bulan Ramadhan inilah merupakan waktu yang paling tepat, bagaimana kita sebagai seorang muslim kembali me-reset pola hidup, pola makan dan pola pikir kita sehingga kemudian mampu mengantarkan kesehatan jasmani dan ruhani, lalu membuahkan kehidupan yang berkualitas; hidup nan berkah.

Berikut secuil skema mind map yang saya coba buat dalam bentuk presentasi flash. Semoga berkenan.

http://prezi.com/tih4nkyywkj1/hidup-berkualitas/

.:salam spektakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s