99 Ideas for Happy Worker: “Bliss in Ignorance”

Going to 99 Ideas for Happy Worker: “Bliss in Ignorance”

“Kebahagiaan dalam ketidaktahuan”

Terlalu banyak tahu pada hal tertentu akan membuat kita susah sendiri, menyakitkan, dan justru kehilangan kenikmatan.

Bingung?

Contohnya sore ini. Awalnya penuh semangat mau menikmati jajanan sore yang dijajakan oleh seorang penjual mie ayam keliling dengan gerobaknya. Hmm… aroma dan tampilan mie ayam di mangkoknya sungguh menggiurkan…

Lonjakan pembeli membuat saya harus bersabar menunggu. Pun apalagi memang belum lapar sekali. Ini sekedar lapar mata, dan wujud memenuhi undangan makan dari rekan kerja. Jadi sambil menunggu antrian saya kembali ke meja kerja dulu.

Beberapa saat kemudian saya kembali ke gerobak mie ayam tersebut. Tampak sebagian rekan-rekan saya sudah menyelesaikan “mangkok”nya. Wajah puas penuh senyum, sambil ber-haha-hihi menghiasi pemandangan. Sungguh tampak nikmat memang. 🙂

Sejurus kemudian ternyata abang penjual sedang mencuci mangkok, garpu dan sendoknya. Wajar saja, yang beli lebih dari 20 orang, tentu mangkok, sendok-garpunya sudah tak ada yang bersih. 

inilah bliss in ignorance. Kebahagiaan dalam ketidaktahuan. Itulah yang dialami oleh rekan-rekan saya sebelumnya.

Sedangkan saya yang melihat jelas bagaimana abang penjual itu mencuci-bersihkan mangkoknya jadi urung untuk melanjutkan pesanan. Ill-fill. Hehehehe… 

Maaf kawan. Tak jadilah saya makan mie ayam itu. Walau sebenarnya mungkin saya sering makan jajanan yang jauh dari higenis seperti ini atau bahkan lebih jorok dari itu, tapi syukurnya saya tidak pernah tahu bagaimana prosesnya. Jadi enjoy saja… 

Begitulah saya sering berpesan kepada istri jika makan di luar. “Ummi, jangan liat dan tengok ke dapur-nya ya. cukup nikmati dan lihat apa yang tersaji di meja ini.”

Demikianlah dalam hidup, sungguh Allah yang Maha Mengetahui Rahasia telah membuat semua hal di dunia ini terukur, terencana, tertakar dengan sangat sempurna. 

Bayangkan jika semua manusia bisa saling mengetahui apa sejatinya dalam benak dan pikir setiap orang disekitarnya, ataupun orang lain bisa jelas gamblang mengetahui aib kita dalam diri,.. sungguh yakin! mual kita dibuatnya. Pun demi melihat diri kita pun sungguh kita mual!!

Seonggok daging calon bangkai yang hidup diantara mula setetes air hina, membawa kotoran ke mana-mana di perut, lagi kemudian otak pun penuh informasi sampah. Lalu apa yang sepatutnya kita banggakan?

Itulah hikmah Allah ciptakan adanya rahasia. Ataupun juga bersyukurlah kita bahwa pendengaran kita sangat dibatasi sehingga tak bisa lagi mendengar bisik-bisik tetangga tentang kita. Bayangkan jika kita memiliki pendengaran ultra-super-bionic yang mampu memindai gelombang suara dari mana-mana. Sungguh menyiksa.

Di tataran lain, gelombang informasi disekitar kita begitu deras tak terbendung. Dari spamming, hoax hingga informasi remeh-temeh soal pernikahan artis A dan B yang tak ada kaitannya sama sekali dengan hidup kita pun memenuhi rongga-rongga rumah tangga kita. Ataupun berita politik yang penuh intrik, sehingga sering pula saya berpikir, semakin banyak tahu tentang dunia, semakin sakit. Semakin bingung dibuatnya otak kecil ini. 

Tapi itulah seninya. Seni bagaimana mengelola semua “clash of idea” ini. Memfilternya… dan menyaringnya.

Guru saya pernah mengingatkan pada 3 tingkat pertanyaan tentang berita dan info-info yang berseliweran di sekitar kita:

1. apakah berita itu benar atau hanya isapan jempol. Akurat? faktual?
2. Jika benar, apakah kita perlu mengetahuinya?
3. jika perlu, seberapa besar manfaat dan kegunaannya bagi kita?

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al Isra:36)

Jadi mulai sekarang, kita sepatutnya bersyukur selalu atas ketidaktahuan kita, dan keterbatasan panca indra kita mencerna semua ini. Kalau tidak, sungguh besar pertanggungjawaban kita kelak. Dan sungguh khawatir, kita tak mampu lagi menanggungnya…

Dan ucapkan selalu: Wallahu ‘alam bishawab.

.:salam spektakuler.:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s