99 Ideas For Happy Worker: Seberapa Penting Jabatan Itu?

Going to 99 Ideas for Happy Worker: Seberapa Penting Jabatan Itu?

Dalam bekerja, seringkali kita merasa “mentok” dan habis harap. “10 tahun saya sudah bekerja, tapi masih saja jadi staff,…nggak pernah naik jabatan, cape deee…” Mungkin begitu kita mengeluhkannya.

Pangkat sejatinya dalam perjalanan karir seorang tentara atau anggota kesatuan militer lainnya adalah hal yang sangat penting. Ia menjadi tanda dan bukti kewenangan, tugas, serta tanggung jawab. Selain tentu ada prestasi dan pengabdian yang menyertainya, maka ujungnya bisa jadi sebuah prestige.

Meski berbeda lapangan, namun di ranah publik dan sipil, jabatan yang disandingkan dalam lapangan keprofesian bisa juga mengantarkan seseorang kepada prestige, dan tentu juga berujung pada nominal angka-angka dalam rekening bulanan. Menyenangkan bukan?

Tetapi apakah sampai disitu saja?

Sibuk Mencari Uang, Tapi Uangnya selalu Kurang

Dahulu, (mungkin) kita sanggup hidup nyaman, hanya dengan sepersepuluh bahkan kurang, dari uang  yang kita terima sekarang setiap bulan.

Dulu (mungkin) kita tidak pernah risau apakah kita akan  makan atau tidak hari itu. Tidak pernah.

Lalu sekarang? Ternyata keinginan atas  “kepemilikan” memiskinkan kita. Kebutuhan untuk “mempunyai” menjadikan kita makin  jauh dari kecukupan. Dan perasaan untuk punya uang banyak membuat kita merasa  kekurangan.

Sahabat happy worker, jika naik pangkat hanya karena ingin gaji naik dan mendapat tunjuangan serta fasilitas hidup yang lebih “wah”, maka yakinlah kita akan selalu terjajah dengan situasi yang “kurang”.

Banyak dari kita, (kita? gue kaleeee…) dahulu di awal bekerja memasang target tinggi: 3 tahun bekerja akan menjadi supervisor,  3 tahun kemudian menjadi manager, lalu 3 tahun kemudian menjadi general manager,.. dan seterusnya dan seterusnya. Muluk bin over confident..  🙂 —(ah, namanya juga target!) Padahal,….

Mungkin memang penting untuk menjadi manager, mungkin memang penting untuk segera menjadi GM setelahnya, sebagai atribut kesuksesan tentu sah dan tidak  salah.

Atribut adalah pelengkap  dengan  fungsi melengkapi kehidupan  profesional kita. Kesalahan terjadi apabila atribut beralih fungsi menjadi esensi. Dan apalagi jika akhirnya jabatan hanya menjadi “tujuan” bukan sebagai “sarana”.

Itulah bedanya antara “tujuan” dan “sarana”.

Maka mestinya, yang kita risaukan bukan “kapan” kita jadi GM-nya? tetapi apa yang akanbisa danharus kita “lakukan” saat jadi GM kelak?

Ini tentu kembali kepada apa tujuan hidup, visi dan misi hidup kita.  

So, seberapakah penting pangkat/jabatan bagi anda sekarang?

.:salam spektakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s