99 Ideas for Happy Worker: Tidak Sekedar Baik Saja?

working is not always about being good but having attitude

Ahh… saya yang norak nan kurang ilmu ini kembali tertegun pada sebuah kata-kata motivasi yang saya dapati secara bebas pula di sebuah halaman blog motivasi. 

Secara harfiah, kata-kata itu bisa diartikan dengan:

kerja tidak cukup hanya tentang menjadi baik melainkan harus memiliki sikap (baik).


Demikianlah…

Perjalanan 7 tahun berkiprah di sebuah perusahaan operator seluler terbesar di negeri ini telah mengantarkan saya pada banyak kesadaran bahwa kita tidak hanya cukup sekedar menjadi orang baik dan berbuat baik, tetapi bagaimana sikap baik itu kemudian mampu menjadi “sikap” kita dalam membangun diri, membangun tim dan lingkungan kerja kita.

Dan dalam bahasa saya ini disebut: ISTIQOMAH. Atau dalam bahasa motivasi secara sederhana bisa juga dimaksud dengan persistence. Tekun, berkesinambungan dan konsisten dalam berkebajikan.

Maka bicara soal Attitude, di sini bukanlah sekedar tentang “prilaku”. Namun ia-nya adalah kebiasaaan, habit yang lahir dan tumbuh dari karakter yang kuat. Dan dalam materi kajian pekanan yang sering saya ikuti, karakter yang kuat ini disebut sebagai mathinul khuluq (akhlak yang kuat). Dan ia terlahir dari aqidah (konsepsi diri) yang lurus dan benar. Dalam bahasa motivasi, kita pahami sejatinya dengan “what are our purpose of life!”

Menjadi baik saja tidak cukup, apalagi “menjadi baik” hanya karena ingin dipandang dan mencuri perhatian atasan sesaat, atau sekedar agar bisa mengambil hati para konstituen dan para stakeholder. Sungguh salah kalau kita menerapkan konsep “hit and run” dalam hal ini. Berbuat baik itu harus memiliki durasi dan daya tahan yang panjang, bergelombang dan menuai manfaat.

Kalau saja bekerja itu seperti menaiki puncak gunung prestasi kita, maka akhlak yang baik itu adalah bagai bekal kita yang harus kita bawa dan jaga pada tiap jejak, dan helaan nafas kita.

Prestasi baik saja tak akan mengantarkan kita pada sukses yang sejati. Karena tanpa diiringi dengan sikap yang mulia, apalah artinya kemenangan yang diraih dengan cara sikut menyikut, menginjak, menjegal dan mendorong lawan secara tidak fair?

Berbuat baik dan menjadikannya bagian dari akhlak dan prilaku kita adalah investasi masa depan.

Tidak perlu risau nan resah atas anggapan orang, celaan dan bahkan sindiran sinis atas kesangsian soal ikhlas tidak ikhlas, atau udang yang “bersembunyi di balik batu”, karena urusan soal alasan dan niat kita saat berbuat baik hanya kita dan Tuhan yang tahu persis.

Maka tugas kita adalah, luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar.

Bagaimana dengan anda?

.:salam spektakuler:.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s