99 Ideas for Happy Worker: Bekerja Tanpa Gairah?

Tulisan kali ini berangkat dari satu kalimat kunci: “Working is not always about passion but patience.”

Ternyata banyak sahabat-sahabat saya yang sukses justru ia tumbuh berkarir di bidang yang jauh dari background pendidikan. Koq bisa?

Karena ternyata pendidikan formal yang ia tempuh memang tidak sesuai dengan  bidang yang ia cintai, gemari dan juga digandrungi. Sekolah baginya hanya sekedar formalitas lalu setelah lulus ia kemudian menggeluti bidang yang memang menjadi hasratnya.

Contohnya seperti Bara Pattiradjawane yang sebenarnya seorang lulusan sekolah politik di Austria dan nyaris jadi diplomat, namun ternyata kini lebih sukses sebagai seorang koki handal (Chef stylist) dan memiliki satu buah acara khusus tentang memasak. Siapa yang tidak kenal dia coba? 🙂

Jadi ingat syair lagu Nugie yang menggambarkan satu nafas yang sama: “Lentera Jiwa”   <—- klik aja link ini. 🙂

Perjalanan menuju sukses dalam karir dan kerja memang tak selalu mulus. Ada yang memang bisa keluar dan menuruti kata hati. Tersebutlah bekerja sesuai dengan passion. Hingga ia pun bisa meraih achievement nan gemilang. Bekerja bukan lagi beban berat namun enjoy dan nikmat. Everyday is holiday!

Namun ternyata tidak sampai disitu saja. Pada kenyataannya banyak orang yang sekolah saja sudah tidak sesuai dengan minat dan bakatnya sekedar mengikuti ego dan prestige semata, pun saat bekerja ia akhirnya makin melenceng dari gairah dan passion-nya. Tapi apakah selesai dan tamat di situ saja?

Tidak kawan, ada satu kata kunci yang tak boleh lupa: SABAR.

Kesabaran merupakan kunci meraih sukses yang besar ketimbang sekedar passion atau gairah. Kesabaran belajar, kesabaran melatih dan mengasah kemampuan, juga kesabaran dalam menumbuhkan diri.

Dalam teori abal-abal saya pada diagram di atas ini bisa kita lihat, bahwa kesuksesan dalam berkarya hingga sampai pada derajat comfort dan contentment itu ternyata tidak harus memiliki komponen passion di dalamnya. Cukup kita paham dan sadar bahwa apa yang kita lakukan ini penting dan dibutuhkan orang lain, dan dengannya kita mampu mendapatkan pengakuan eksistensi kita, maka cukup sudah… cukup bisa mengantarkan kita pada kepuasan yang comfort. 

Sehingga saya masih percaya bahwa Trained people can beat the talented people. Orang terlatih akan bisa mengalahkan orang berbakat.

Orang berbakat namun tidak pernah mau mengasah kemampuannya pada akhirnya tak akan lebih sukses daripada orang yang tidak berbakat namun ia terlatih dan senantiasa  mengasah diri.

Artinya apa? passion saja tidak cukup mengantarkan sukses jika kita tidak ada kesungguhan menekuninya, sedangkan tanpa passion jika kita tekun mengasah diri, yakin Insya Allah pada akhirnya kita bisa sukses! 

Dan orang terlatih itu tentu adalah orang yang SABAR…  Sabar menempa diri, sabar menumbuhkan diri… dan sabar dalam meniti potensi diri.

Maka jangan pernah risau jika saat ini anda bekerja bukan pada bidang yang anda gemari, cobalah bersabar, dan… siapa tahu sedetik kemudian anda bisa mencintai pekerjaan yang anda tekuni saat ini. Dan jadilah kemudian  Passion+Patience=Amazing!!

Bagaimana dengan anda?

.:salam spektakuler:.

Advertisements

2 thoughts on “99 Ideas for Happy Worker: Bekerja Tanpa Gairah?

  1. Hihihihiih.. Amel juga begitu, kuliah di keguruan tapi jadi admin. Just love how admin works. Menjadi guru entah kenapa menjadi beban. Saat akan mengajar perasaan tegang dan menyebalkan datang, padahal persiapan udh oke. Telat mengambil keputusan untuk PHK dari keguruan, jadi sia-sia 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s