99 Ideas for Happy Worker: Just Keep Working, Do Not Waste Energy!

“Emang berpolitik nggak boleh ya kalau di kantor?”

Anda mungkin ada yang risih dengan istilah berpolitik di kantor. Kesannya ada sikut-sikutan, cari muka, menjilat dan sebagainya. Padahal berpolitik juga bisa dalam konotasi yang sangat positif. Bukankah hidup kita sejatinya memang tidak dipisahkan dengan kegiatan politik?

Berikut ini pengertian yang saya dapat dari wikipedia:

politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles); atau, politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Nah, adakah orang yang tinggal di muka bumi ini tidak terkait dan bersinggungan dengan aktivitas publik?

Kembali soal politik di kantor.

Dalam beberapa hal, termasuk penentuan kebijakan dan strategi perusahaan seringkali leader dalam rangka menunaikan tugas dan amanah yang diemban, akan memilih orang-orang yang memiliki frekuensi yang sama dan ada hubungan trust yang terjalin antara keduanya ke dalam team-nya. Wajar kan? 

Like and dislike itu wajar dan normal. 

Adalah mustahil kita berusaha membuat orang lain semua; saya ulang SEMUA— menjadi suka dengan kita. Nabi aja ada musuh koq.

Some people love you and some others hate you. it’s normal. Yang nggak normal itu kalau SEMUA orang Benci setengah mati sama anda, nah baru ini jadi persoalan.  🙂

Fokus lah pada apa yang membuat orang lain suka pada kita, dan redamlah semaksimal mungkin apa yang membuat orang lain tidak suka dengan kita. Rumusan sederhana, namun tak sesederhana dalam mengimplementasikannya.

Dulu, waktu saya kecil, saat menonton acara kuis di TVRI, kang Ebet Kadarusman; MC legendaris di zamannya sering bilang: “it’s nice to be important, but more important to be nice”.

Saya sering mendapati bagaimana politik kotor itu dimainkan dan diperankan olah pihak-pihak tertentu. Mulai dari politik pencitraan yang lebay bin narsis hingga politik adu domba ala VOC ataupun politik belah bambu ala kolonial. Tidak perlu jauh-jauh ambil contoh, deh. Cukup nyalakan TV atur channel via remote anda, nah silakan saksikan tontonan dan pelajaran tentang politik yang baik dan yang buruk di sana. 

Apakah di kantor juga ada? Bisa saja dan sangat mungkin. Rumusan sederhana kali ini agar kita tetap “happy” adalah: enjoy aja and just keep working!

Mungkin kita perlu mencontoh spirit yang ditularkan oleh Pak Dahlan Iskan atau salah satu ustadz yang saya kenal, kebetulan juga tagline-nya sama dengan partai politik tempat ia berkiprah: terus bekerja, terus berkarya, hingga akhir usia.

Kita memang perlu jadi kafilah yang berlalu saja saat banyak anjing menggonggong riuh berebutan daging dan tulang. Jangan habis energi pada sesuatu yang bukan “about your purpose of life”.

Berpolitik itu perlu, tetapi lakukanlah dengan bersih, dewasa dan bermartabat. Toh, pada akhirnya orang pun akan menilai mana yang tulus dalam membangun interaksi dengan atasannya dan mana jua yang sekedar opportunist sejati.

Finding your purpose of life ini penting sehingga kita memiliki orientasi jelas dalam bekerja dan termasuk di dalamnya membangun komunikasi dan interaksi dalam dunia kerja.


“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan…” [Q.S. At-Taubah:105]

 

.:salam spektakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s