#GalauGadget: Kalau Bisa Satu, Kenapa Harus Banyak?

SMemo_77

Akhirnya, setelah setahun lebih mendua. 

Kemana-mana bawa dua… hari ini saya coba setia pada satu saja.

 
Perkara SETIA ini lebih disebabkan ia memang benar-benar bisa bikin puas dan memenuhi segala kebutuhan. Tidak repot dan jadi lebih simpel. Ringan di bawa kemana-mana, nggak rewel meski harus sering-sering disuapin.#klimaks.
 
Ah,.. saya memang sedang berbulan madu dengan gadget baru.  #aha!
 
Untungnya istri tidak sampai membuat status di profi-nya: “Pilih aku apa G-Note”
 
Ini bukan soal poligami… Mendua disini adalah tentang 2 buah gadget smartphone yang selalu akrab di saku dan digenggaman. Kemana saja berada mereka menjadi bagian dari diri. 
 
Mau Tidur merekalah yang saya elus-elus terakhir. Ngecek kalau ada sms alarm perangkat dari OMC atau misscall dari kolega—karena pekerjaan saya memang sebagai engineer 24/7. Dan ternyata bangun tidur pun mereka adalah benda yang pertama saya sentuh, setidaknya untuk mematikan alarm waker dan lihat jam. #eh. 
 
Tepat pertengahan bulan lalu, kami karyawan yang baik hati nan sabar ini diberi fasilitas subsidi dan cicilan tanpa margin tambahan untuk membeli smartphone sebagai infrastruktur menuju generasi broadband. Jadilah kini saya dapat gadget baru.
 
Ilustrasi di atas telah menggambarkan seperti apa, dan bagaimana fungsi gadget itu dalam keseharian saya. Alhamdulillah, hadza min fadhli robbik!
 
Klimaks sudah,… 
 
saya lungsurkan saja smartphone buatan Kanada yang telah begitu booming menjadi bagian dari life style, prestise dan kelas sosial tersendiri di negeri ini tersebut. 
 
Produk smartphone yang pernah bikin berang Menkominfo dan bagi operator selular ia menjadi bagian dari dump pipe; yang selama ini menjadi second line number dan mendukung beberapa aktivitas kantor seperti koordinasi via BBM, e-mail, dan untuk keperluan user experiences akhirnya saya serah-terimakan kepada istri.
 
Dan Lega juga,… kemana-mana cukup bawa satu buah saja. Kalau pun ada cadangan sekedar untuk jaga-jaga jika suatu saat sedang on site dan kondisi sudah low battery dan No PLN.
Smartphone yang satu ini memang mampu memberikan banyak fitur dan fungsi yang sangat berguna mulai dari kebutuhan coret-coret, browser, social media, office tools, navigasi, camera-video, game, chat-messager hingga kebutuhan mendasar sebagai hand-phone.
Soal brand sendiri, produk smartphone yang saya gunakan memang membuat saya dijuluki penggemar produk korea. Bukan karena sedang trend K-Pop…  🙂
Smartphone lama SGH I-780 yang ber-platform Windows pengganti I-600 yang pernah raib di”aman”kan orang pun akhirnya memasuki ruang museum pribadi yang akan digunakan sewaktu-waktu diperlukan sekaligus sebagai tempat “parkir” nomor T-Cash (mobile-wallet) produk kantor.
Dan kini saya bisa bilang, “Kalau bisa satu, kenapa harus banyak?”
 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s