Tahun Tahun pun Berlalu, Apa yang Engkau Tuju

 

1336708219173 (1)

Tahun-tahun menjadi seorang  karyawan swasta?

Bergaji cukup  dalam atribut mapan. Apa yang  engkau cari?

Dan apa yang engkau  tuju?

Tahun-tahun  berlalu tetap pada tempat yang sama, meski silih berganti project dan pekerjaan ditangani, mengapa masih jua bertahan?

Selaksa pertanyaan mendera,  memecah di tepi pantai kesadaran.  Debur ombaknya membuih tanya  tanpa henti, tentang apa semua ini?

Selesai sekolah, menikah, lalu  bekerja. Kemudian berpenghasilan  sehingga mampu memenuhi  kebutuhan hidup, lalu what next?

Adakah hidup hanya sampai disitu  saja?

Bertahun-tahun sudah menjadi engineer  24/7 (24 jam dalam 7 hari), sibuk  dengan rutinitas pekerjaan, untuk  siapa dan untuk apa?

Seringkali godaan untuk pindah  perahu, mencari gaji yang jauh  lebih baik, mencari peruntungan di  luar negeri, kemudian bergaji dollar  sekaligus melancong, menjelajah  negeri orang. Tapi ada pertanyaan besar mendera: apakah yang sedang engkau cari?

Bukankah uang selalu saja akan kurang dan tidak pernah cukup kalau kita tidak serta merta men”cukup”kannya?

 

Seringkali kemudian perenungan  mendalam membuat saya  lebih  memahami “purpose of life”.

Bekerja ini hanya bagian dari bagaimana kita menjalankan peran hidup kita. Ada misi dan visi hidup yang bisa kita ukir melaluinya saat bekerja.  Dan Bekerja itu adalah himpunan bagian dari himpunan semesta bagaimana saya menjalani dan memaknai hidup.

Pertanyaan yang kemudian  relevan buat saya selama ini, saat godaan pindah perusahaan adalah:

What are you looking for?

Am I happy here? 

Will I Happy there?

Will I be able to fulfill my dreams?

What have I contributed to my surroundings, the society and the universe?

 

Happy disini saya tidak artikan pada kesenangan semata (pleasure), namun lebih pada “enjoy” saat harapan dan idealisme dapat “bersanding” dengan realita. Saat pula dimana “values” yang kita genggam masih mampu membuat kita tegak, tegar berdiri.

 

Values: kumpulan jati diri, niat dan pedoman terbaik yang bisa dipikirkan oleh masing-masing orang —Kazuo Inamori

 

kata kunci pada values ini adalah kebenaran dan kebajikan; yang dengannya seluruh tindakan menjadi konsisten antara hati, lidah dan perbuatan.

 

Adapun ketika muncul sesuatu yang tidak sesuai dengan idealisme, maka sejauh mana deviasinya bisa ditolerir dan menjadi bagian saya untuk berkontribusi melakukan perbaikan, maka cukup bagi saya untuk mengatakan: “di sanalah my happiness and fulfillment in life”. Karena sesungguhnya  keindahan hidup sebagai orang yang beriman  kepada-Nya, adalah ketika kita bisa memberi  manfaat, atau ketika belum sanggup, kita  mengambil manfaat dari sesama untuk kebaikan.

 

Money, it’s important but not everything; skill, it’s important but not everything; so what is the important one?

 

Pertanyaan itu tentu menuntut kejujuran dari dalam nurani. Sekali lagi: buat siapa dan apa saya bekerja bertahun-tahun begini rupa?

Terkadang, tanpa sadar kita ini telah didefinisikan oleh atribut-atribut temporary seperti uang, jabatan, barang-barang dan bahkan jenjang-jenjang dalam bekerja, padalah mereka semua itu sekedar instrumen untuk mewujudkan tujuan hidup kita.

Lalu mengapa kita lebih risau pada alat sementara tidak semua alat tersebut benar-benar bisa kita gunakan dan manfaatkan untuk mewujudkan visi dan misi hidup kita sejati?

aaah… Tahun-tahun ini telah mengajarkan saya bahwa “work”is not just about a “job”. It’s about how to find the purpose of life, the values and the meaning of being a human.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s