99 ideas for happy worker: Tangan-tangan Penentu

SMemo_92_Antonio_Sand

Postingan kali ini akan mengangkat guyonan lawas di seputar karir dan pekerjaan. Kebetulan diantara rutinitas kami sering saling email-emailan dengan rekan-rekan satu angkatan, satu perjuangan dan satu awalan dalam berkarya di perusahaan tempat saya berkarya saat ini.

 
Kami bertumbuh dalam ruang-ruang amanah dan tanggung jawab yang berbeda. Ada yang sudah masak buahnya, ada yang masih sedang meraih pucuk-pucuk prestasi ada pula yang belum berbuah namun rindang bukan buatan, namun ada pula yang terhambat tumbuh karena banyak pohon-pohon pengganggu lain disekitarnya.
 
Inilah kisah 5 tangan yang sering menjadi bahan anekdot di kantor, guyonan khas karyawan-karyawati yang berharap bisa naik pangkat dan gaji secara berkala. Hidup berkecukupan, tenang dan damai.
 
Ah, mimpi kali yee..
Padahal hidup itu menjadi lebih hidup karena penuh dengan masalah dan ujian yang membesarkan bukan?
oke.. yuk kita bahas apa-apa saja “tangan-tangan”itu..
GARIS TANGAN
Seringkali ketika kita terbentuk sesuatu dalam capaian hidup kita bilang, “Ah, memang ini sudah garis tangan. Sudah takdir dari Yang Kuasa”. Kelakarnya sambil ada sedikit nada ngeluh. Astaghfirullah…mohon ampun, semoga kita terbimbing senantiasa bisa berkeluh kesah dengan cara yang baik dan kepada yang tepat.
Begitulah, setiap insan memang telah dituliskan segala bentuk takdir hidupnya. Namun seiring demikian, Allah masih berikan kesempatan peran ikhtiar dan usaha insan di dalamnya, sebagaimana pesan dalam Al Quran: bahwa nasib suatu kaum tidak akan Allah ubah tanpa kaum itu sendiri yang mau mengubahnya.
Maka selanjutnya kita memang perlu sebuah karya dan ikhtiar nyata yang sungguh-sungguh untuk mengatrol kondisi kita itu.
muncullah upaya tangan kedua…
 
 
BUAH TANGAN
Buah tangan biasanya diartikan sebagai hadiah, oleh-oleh atau apapun yang berupa benda atau sesuatu yang bisa dijadikan pengikat dan penyenang hati. Tapi mari kita artikan secara luas juga sebagai sebuah karya dan kerja nyata hasil dari jerih nan payah tangan-tangan terampil kita.
Biasanya kalau habis datang dari luar kota, buah tangan yang dimaknai sebagai oleh-oleh atau hadiah inilah yang dinantikan memeriahkan meja pantry ataupun ruang bersama.
Buah tangan yang diberikan secara khusus kepada pihak- pihak terkait biasanya akan berujung pada efek sikap yang juga membaik. Hati-hati saja, asal tidak jatuh pada sogok menyogok, memberi hadiah semacam ini tentu bisa mendekatkan hati satu sama lain.
Namun jika sudah terkait adanya benturan kepentingan, maka pemberian buah tangan bisa menjadi pelicin atau semacam gratifikasi yang sejatinya tidak dibenarkan.
Nah, setelah buah tangan, maka selanjutnya:
 
 
CAMPUR TANGAN
Selepas kita rajin memberi buah tangan. Baik dalam bentuk oleh-oleh atau hadiah, maka buah tangan bisa juga diartikan secara meluas sebagai hasil kerja atau karya tangan kita— ternyata belum juga memberikan “perubahan nasib” maka selanjutnya adalah campur tangan!
Biasanya kalau seseorang ingin mendapatkan posisi yang yang terus meningkat kadang memang tidak hanya dibutuhkan daya dorong dari dalam sendiri berupa pembuktian diri (baik talenta, keahlian dan prestasi) namun perlu juga adanya tarikan dari pihak lain untuk memberikan ruang kita bisa mengaktualisasi diri.
Nah, tarikan dan peran orang lain ini terutama dari orang- orang yang lebih memiliki otoritas bisa kita golongkan sebagai “campur tangan”. Campur tangan seseorang ini sebagai faktor ekternal seseorang bisa mengubah peta dan posisi dalam jenjang karier.
 
 
LEPAS TANGAN
Setelah segala daya upaya positif kita lakukan dari mulai bekerja dengan baik dan seterusnya, lalu membangun pola komunikasi, kerjasama dan hubungan interpersonal yang baik dengan kerap memberi buah tangan ke kolega maupun mitra bisnis dan teman kerja, sebagai bentuk pengikat hati dan mengokoh hubungan dalam kerangka team work, maka saatnya berlepas tangan pada apa yang akan berlaku setelahnya.
Jika ternyata harapan untuk naik pangkat, naik gaji/kompensasi dan naik posisi serta ganti kursi tidak juga terwujud, mungkin memang anda lupa pada satu hal:  apa itu??
 
ANGKAT TANGAN
… Ya angkat tangan. Tapi bukan angkat tangan seperti orang sudah menyerah pasrah tanpa daya upaya…
Angkat tangan disini adalah untuk menengadah dan berdoa kepada yang memiliki hidup kita ini.
Mintalah kepada yang Maha Mengabulkan permohonan; meminta kepada yang Maha Kaya dan Maha Berkehendak.Jika pun permintaan kita tak atau belum terkabul, yakinlah Allah senantiasa memberikan yang terbaik buat kita.
Apapun kondisinya, mari tanamkan dalam dada bahwa seburuk atau sepayah apapun kondisinya yang kita rasa, selama senantiasa Allah dan petunjuk-hidayah Nya bersama kita, maka cukup sudah!
.:salam spektakuler:.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s