Belajar dari Gurunda Houtman Z.Arifin

12 Juli 2011 pagi diantara pekerjaan re-engineering, modernisasi dan mapping E1 cross connect dan hal-hal seputar jagad transmisi telekomunikasi—sesekali saya mengecek pesan singkat di smartphone cicilan saya itu. Oups!… 

Datang sebuah pesan dari kolega, sahabat dan sekaligus guru saya, Bang Viryan Azis—Direktur Dompet Ummat Pontianak. Beliau mengundang beberapa orang untuk melakukan silaturahim bersama tokoh nasional: Pak Houtman Z. Arifin; seorang tokoh perbankan nasional yang begitu disegani, siang ini disebuah ruang meeting bank syariah tempat saya biasa menggadaikan emas kalau sedang membutuhkan dana segar alias cash flow. (backsound: ketawan deh! )
Saya tidak mengenal persis profil tokoh senior perbankan kita ini. Namun insting saya berkata, saya harus bisa hadir. Pasti akan ada banyak hikmah dan ilmu yang bisa diserap. Bukankah silaturahim itu bisa membuka pintu rezeki? dan rezeki itu kan memang bukan sekedar segepok uang bukan? karena ilmu dan inspirasi kehidupan itu jauh lebih berharga, kawan…
Seketika saya menjawab, Insya Allah akan hadir, apalagi tempat pertemuan itu tidak terlalu jauh dari kantor saya. Hanya sepeminuman teh berjalan ke arah timur laut. 
Siang itu pun saya melangkah pasti menuju tempat pertemuan setelah memastikan beberapa pekerjaan terselesaikan dan terdelegasikan. 
Alhamdulillah, sungguh saya sangat merasa beruntung menjadi segelintir orang yang bisa berbincang-bincang dengan tokoh senior ini. 
Beliau adalah seorang Business Process, Expert dan mantan Vice President Citibank yang tajam memotret secara mikroskopik potensi masalah korporasi dan jitu memberi solusinya. Beliau memiliki pengalaman hidup yang luar biasa dengan mengawali karir sebagai office boy namun berkat ketekunan dan kemauan yang keras untuk terus belajar akhirnya beliau bisa menduduki jabatan tertinggi bagi warga Indonesia ketika di Citibank yaitu Vice President sampai masa pensiunnya tiba. 

Sebagai seorang yang telah sukses Pak Houtman tidak menjadi sombong dan tinggi hati, justru dia selalu mensyukuri setiap nikmat yang diperolehnya dengan selalu berbagi dengan mereka yang membutuhkan uluran tangannya dan beliau berharap agar masih diberi kesempatan untuk berbagi kebaikan dengan sesama sampai akhir hayatnya kelak.
Seorang yang begitu menginspirasi. 1 jam setengah, ngombrol-ngobrol rasanya terasa singkat. Beliau banyak berkisah dan menularkan keresahan yang sama tentang negeri tercinta. 
Saya hanya mendengar dan mencatat beberapa quotes yang saya broadcast via account twitter saya.
Berikut ini beberapa petikannya:

  • Houtman Z. Arifin: keberhasilan tidak ada artinya jika tidak memberikan manfaat.
  • Houtman Z. Arifin: kita lebih sibuk berhias diri dan memoles-memuliakan diri daripada bersungguh-sungguh berkontribusi pd kemanusiaan.
  • Houtman Z. Arifin: kemiskinan dan kebodohan itu pintu kemurtadan.
  • Houtman Z. Arifin: bangsa Indonesia kaya, tapi miskin; miskin kepedulian. Kita semua sibuk berhias diri.
  • Houtman Z. Arifin: Indonesia miskin pemimpin. Pemimpin yg bisa jadi panutan.
  • Houtman Z. Arifin: bom bali 1 korban yg meninggal seketika ada 40 sedang 60 lebihnya krn trlambat evakuasi.
  • Houtman Z. Arifin: telp KFC 15 menit pesanan sampai, telp ambulance 4 jam belum tentu datang 😦
  • Houtman Z. Arifin berbagi keprihatinan. Dan saya tertegun dalam keterpakuan, sungguh #tertampar ku di sini
Ah, berharap kelak kembali bisa bersua dengannya tuk belajar dan menggali lebih dalam pengalaman hidupnya yang menginspirasi.
Ini kisahku, kalau kisahmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s