99 ideas for happy worker: 10 Jurus Menumbuhkan Cinta

 

10 JURUS MENUMBUHKAN CINTA dalam BEKERJA

 

 

“Jika Anda tidak bisa mencintai sama sekali pekerjaan Anda, lebih baik segera lakukan bunuh diri karir.. dan berharap akan ada ‘lahir’ karir baru untuk anda.”  [rifki s.]

Cinta memang menjadi kekuatan yang luar biasa untuk mendongkrak aksi dan reaksi dalam aktivitas manusia. Tak terkecuali dalam bekerja. Bagaimana hendak melahirkan karya yang optimal jika kita bekerja tanpa ada cinta yang meronakan dan memberi warna dalam aktivitas tersebut.

Nah, berikut ini beberapa jurus yang bisa saya berikan sebagai alternatif yang saya sintesakan dari berbagai diskusi dan sharing session. Mari kita telusuri bersama-sama.

SMemo_158

1# Temukan Misi Suci dalam Bekerja

Jika cinta tak kunjung hadir dalam aktivitas bekerja anda, cobalah cari hakikat diri untuk apa bekerja? mengapa kita harus melakukan aktivitas ini?

Lalu, sejauh mana peran kita memberi manfaat bagi diri, dan peningkatan kualitas hidup orang lain atau bahkan orang- orang tercinta kita?

Tak ada salahnya ilmu dari guru saya, Ust. Amri dan Aa Gym kembali saya ungkapkan bahwa kita memang perlu mematahkan dan menjungkirbalikkan teori piramida kebutuhan Maslow yang terkenal itu; sehingga kebutuhan pemenuhan aktualisasi diri, harga diri, keterlibatan dan hubungan sosial lebih diutamakan dicapai terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan kebutuhan dasar yang terdiri dari keamanan dan keselamatan serta kecukupan fisiologis.

 

Jadi, kalau kita ingin berkecukupan secara fisiologi, dimulai dulu memperbaiki rasa aktualisasi diri secara optimal, maka akan menumbuhkan harga diri dalam menghadapi hidup, ketika sudah punya harga diri, kita akan punya kemampuan keterlibatan dan hubungan sosial. Baru setelah itu kita akan aman menghadapi hidup, punya keselamatan dan Insya Allah fisiologis kita dengan sendirinya terpenuhi.

 

Termasuk juga ketika kita ingin menuai prestasi kerja dengan berlandaskan (serta menghadirkan) cinta maka mungkin yang perlu kita temukan adalah aktualisasi diri; bahwa diri kita “perlu”, ada (eksist) dan diterima di lingkungan kita bekerja dengan mulai mau menerima tanggung jawab sekecil apa pun dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya.

 

2# Witing Trisno Jalaran Soko Kulino;

Pepatah dan filosofi Jawa tersebut agaknya masih sangat relevan dengan topik kita kali ini; menumbuhkan cinta dalam bekerja.

“Cinta datang berasal dari (karena) terbiasa”. Maka jika saat ini kita bekerja dan masih belum bisa mencintainya mungkin yang perlu kita lakukan saat ini: just do it! dan biasakan-lah.

Jangan-jangan saat anda melakukannya dan terbiasa, tanpa sadar cinta akhirnya hadir merona dan mewarnai aktivitas kerja anda.

Akhirnya: from zero to hero!

3# Ciptakan Variasi dalam Bekerja

Kebosanan, kejenuhan adalah hal yang biasa dan sunatullah. Dalam perangkat elektronika pun dikenal istilah saturasi. Demikian pula kita saat bekerja. Nah, agar cinta kita tumbuh dan terawat dalam bekerja perlu diupayakan sebuah variasi-variasi.

Variasa bisa dalam bentuk gaya dan model berpakaian, gadget baru dan piranti pendukung pekerjaan, bahkan variasi pun bisa kita ciptakan dalam bentuk metode penyelesaian masalah, gaya komunikasi atau bahkan cara berpikir yang “think out of the box”.

Bahkan variasi-variasi ini bisa menjadi sebuah self- branding bagi kita, sampai orang pun menegaskan, “Ini emang Elo banget!”

4# The Power of Smile

SMemo_143

Sang senyum – lengkungan yang menurut Pak Gede Prama bisa meluruskan banyak hal – adalah hal yang luar biasa. Ia seperti oase di tengah gurun pasir. Ia seperti setetes air jernih dari mata air yang bisa menghilangkan dahaga. Ia seperti udara bagi yang tercekik. Ia seperti sumbangan uang bagi fakir miskin yang dirawat di rumah sakit. Ia seperti mangga muda bagi ibu muda yang sedang ngidam. Ia seperti pinjaman uang bagi yang sedang membutuhkan. Ia juga seperti semangkuk mie instan bagi pengungsi yang kelaparan.  (www.pengembangandiri.com)

Ia sederhana, tapi dahsyat luar biasa.

Ia kecil, tapi bermakna raksasa.

Ia mudah, tapi sangat berharga.

Karenanya,….

Tersenyum lah saudara

Nikmati keajaiban-keajaiban dalam hidup anda.

Dan… Bagikanlah keajaiban bagi hidup sesama kita.

Termasuk dalam dunia kerja anda ..

Nikmati keajaiban bekerja dengan senyuman…

5# Dapatkan Feature tambahan (Value Added) dalam pekerjaan Anda

Tips selanjutnya adalah, cari value added atau feature baru yang bisa anda dapati dalam pekerjaan anda sekarang.

Misalkan anda adalah seorang office boy maka sebenarnya tanpa sadar anda punya banyak kesempatan untuk belajar membuat kopi yang bercita rasa dan meracik the hangat manis yang sensasional.

Misalkan anda adalah seorang Pramuniaga, maka mungkin anda akan banyak belajar bagaimana menjadikan pelanggan nyaman dan puas ataupun anda bisa belajar tentang management mini market dst.

Intinya, dalam bekerja anda tentu akan banyak bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang mempunyai latar belakang, keahlian dan hobby yang berbeda. Di sinilah kesempatan anda untuk belajar dan menimba ilmu serta pengalaman dari banyak orang.

6# Bangun Antusiasme dalam Bekerja

Cara selanjutnya untuk menghadirkan cinta dalam pekerjaan anda adalah dengan menciptakan antusiasme. Caranya: bisa dengan menciptakan permainan-permainan atau mimpi-mimpi besar yang bisa membangkitkan passion.

Bisa juga dengan aktif dalam agenda Bike to work atau komunitas-komunitas pekerja lain yang mampu memberikan semangat dan warna tersendiri dalam aktivitas kerja anda.

Sementara, menempel gambar mobil idaman di meja kerja atau tempat berlibur idaman bersama keluarga di wallpaper kompi anda atau menayangkan foto-foto buah hati yang penuh suka cita, yang menanti kepulangan anda, dan tentu pula bersama gaji anda diawal bulan, misalnya— untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan mereka hingga besar menjadi anak-anak yang sholeh nan bermanfaat; adalah beberapa cara dalam menciptakan mimpi-mimpi besar untuk terus membangun antusiasme anda dalam bekerja.

7# Temukan Spesialisasi Anda

Untuk menghadirkan cinta dalam aktivitas anda bisa juga dengan cara membangun citra dan self branding yang spesifik tentang anda, atau temukan keahlian yang khas dengan diri anda, dimana rekan kerja anda tidak atau kurang menguasainya. Sehingga kehadiran anda pada akhirnya senantiasa dibutuhkan, karena anda memang “spesial”.

Kalau sudah demikian, Insya Allah anda akan punya alasan untuk mencintai pekerjaan anda.

8# Jangan Mengeluh

Jangan banyak dan sering-sering mengeluh dalam bekerja. Ini bisa meruntuhkan energi positif anda dalam membangun karya. Keluhan anda adalah bibit yang ditanam, Apa yang ditanam itulah yang akan anda panen.

Hati-hati dengan yang satu ini.

Cinta anda dalam bekerja bisa habis ludes dan hanya menyisakan penyesalan, buah dari keluhan-keluhan anda yang tak terbendung dan tak tersalurkan secara positif.

9# Pahami kenyataan diluar, betapa banyak orang yang masih sulit dapat Pekerjaan

Sebelum anda putuskan untuk berhenti bekerja karena alasan anda tak bisa mencintainya, lihat disekitar anda, diluar sana! ada ribuan sarjana yang dihasilan dari ratusan perguruan tinggi dan tak lebih dari 2-4% nya yang memutuskan untuk berwirausaha (menciptakan lapangan kerja sendiri) selebihnya adalah orang-orang yang hampir siap melakukan apa saja asal bisa diterima bekerja di tempat-tempat bonafit dan memiliki masa depan cerah. 

Mereka berjubel-jubel ria di setiap event job fair. Tak lupa pula mengantri kartu kuning dari depnakertrans dan bahkan menjadi sasaran empuk mafia CPNS di daerah-daerah.

Atau pun jika anda memang sudah menjadi pengusaha/wirasusahawan maka tidak ada alasan lagi anda untuk tidak mencintai pekerjaan anda ini. Karena kalau tidak, bagaimana dapur anda akan tetap mengepul?

10# Jurus: “Pukulan Terakhir”

Sebelum anda memutuskan untuk berhenti dan menyerah untuk berusaha mencintai pekerjaan anda sekarang (sebagai apapun anda: karyawan swasta, PNS, birokrat, pedagang, sales, dll), temukan dulu 10 alasan buruk jika anda berhenti dari pekerjaan ini.

Setelah itu baca ulang sebanyak 10 kali juga dan atau kelipatannya. Dan jika anda siap dengan konskuensi tersebut, baiklah…

silakan anda quit, dan restart “komputer pekerjaan” anda. Mulailah pekerjaan baru—tapi ingat kalau tanpa bisa menghadiri cinta di dalamnya, mungkin anda perlu me-reinstall program dalam diri anda sekali lagi dan sekali lagi.

.:Salam spektakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s