99 Ideas for Happy Worker dan Catatan Aikidoka “Pilek”: Masuk ke Dalam Masalah

Apa sih “masalah” itu menurut anda?

sebuah beban?

kondisi kesenjangan antara idealita dan realita?

sebuah pintu untuk menunjukkan anda naik kelas?

kesempatan untuk mengasah diri?

 

Ah, tentu anda lebih pandai dari saya untuk mendefinisikan arti Masalah.

Kawan,

Dalam sebuah sesi latihan AIKIDO yang saya ikuti malam ini, salah satu waza/teknik yang dilatih adalah: dasar dari IRIMI NAGE. Apa itu IRIMI NAGE? (padahal saya lebih suka dengan EBI YUGI AGE atau SUSHI hehe).

IRIMI berarti tindakan “memasuki atau masuk ke dalam.” Berikut ini penjelasannya.

image

Dalam konteks aikido, jurus ini berarti “lemparan-masuk” (entering-throw). Irimi-nage mengacu pada teknik di mana nage (orang yang diserang) secara langsung masuk ke dalam postur uke (penyerang) untuk mengendalikan titik-buta (Jepang: shikaku, Inggris: blind-spot) di belakang uke, mengendalikan nasibnya, menuntun, dan melempar dengan mengacu pada prinsip rotasi berbentuk bola. Caranya adalah dengan menarik lawan ke dalam

Gerakan nage sedemikian sehingga tubuh nage-uke menjadi satu, lalu merusak keseimbangan uke dan melemparkannya sambil tetap mengendalikannya dalam lingkaran-kontrol.

Nah, mungkin filosofi ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Adakah orang yang bebas dari masalah? Tidak punya masalah dalam hidupnya? Sepertinya tidak ada bukan??

Sejatinya orang hidup itu selalu punya masalah.

Dan ternyata, sodara-sodara… filosofi IRIMI NAGE ini juga bisa kita jadikan resep untuk menjadikan diri kita sebagai orang yang solution-oriented.

Betapa sering kita, ketika bertemu masalah selalu mencoba menghindar, lari dan menepis/menangkisnya yang menyebabkan terjadi gesekan, body contact yang kadang menyakitkan dan membuat luka di tubuh?

Seperti pada saat sesi latihan malam tadi, Sensei saya bertindak sebagai uke-menyerang saya dengan teknik menusuk. Saya sudah tau, saya harus melakukan teknik IRIMI. Tapi apa yang terjadi? ternyata saya terlalu focus pada “tusukan” sehingga yang muncul adalah panik dan sikap tegang (tidak rileks). Ini fatal! Akibatnya bukan IRIMI yang bisa saya peragakan justru ber”lari” menghindar, melompat ke samping atau bahkan menangkis dan parahnya justru tusukan itu tidak bisa saya “netralisir”.

Begitu pula dalam setiap problem dan masalah yang menghadang dalam hidup kita. Kadang kala kita terlalu focus hanya pada “masalah”nya ansich, tanpa ada upaya untuk masuk ke dalam, menyatu dan mengambil posisi keseimbangan atau harmonis. di Aikido, kekuatan untuk melumpuhkan lawan adalah dengan prinsip menyelaraskan, kita “membungkus sekaligus masuk” dengan harmoni.

Dalam teknik IRIMI (baca: masuk ke dalam “masalah”) berdasarkan terminalogi  AIKIDO ini ternyata juga meliputi A-B-C penanganan stres ala Eilleen Rachman.

A, Awareness= Dari mana datangnya tekanan, serangan dan masalah? bagaimana bentuknya? ke mana arahnya? dan sebagainya.

B, Balance= seimbangkan posisi diri, lihat kelebihan dan kekurangan  serta potensi yang ada pada diri kita. Berapa besar tekanan, serangan dan masalah yang dihadapi terhadap situasi dan kondisi yang ada pada saat itu dalam diri kita…

C, Control= lakukan manuver, aksi dan putaran untuk menetralisir, menyudahi atau bahkan mengarahkan serangan/tekanan/masalah tersebut ke titik zero.

Ah.. ternyata tak percuma belajar menjadi seorang AIKIDOKA Pilek.. hehe..

Yuks,… atasi masalah dengan masuk ke dalam masalah!

.:salam spektakuler:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s